AKBAR, JHONl (2011) KEBERADAAN KOMUNITAS PUNK DI KOTA BUKITTINGGI. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Full Text)
OK S1 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2011 Jhoni Akbar 06191007.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (0B) |
Abstract
Komunitas punk merupakan subbudaya yang lahir di London, Inggris, dengan ciri khas dalam penampilan dan perilaku yang ditampilkan anggotanya. Budaya punk kemudian berkembang dan diadopsi oleh sebagian remaja di Indonesia, terutama pada masa pencarian jati diri. Ketertarikan mereka terhadap komunitas ini tidak hanya didasarkan pada penampilan yang khas, tetapi juga pada ideologi yang dianggap memiliki nilai positif. Keberadaan komunitas punk di Indonesia menjadi fenomena menarik karena umumnya berkembang di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Bukittinggi. Namun, masyarakat setempat cenderung memandang penampilan komunitas ini sebagai sesuatu yang aneh dan terkesan menyeramkan. Selain itu, perilaku mereka sering dianggap mengganggu ketertiban dan ketenteraman umum serta tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan komunitas punk di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi perilaku menyimpang dengan pendekatan kualitatif dan tipe deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunitas punk di Kota Bukittinggi dapat dilihat dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Dari aspek pengetahuan, anggota komunitas memahami ideologi punk secara umum. Dari aspek sikap, mereka menilai bahwa tidak semua ideologi dapat diterapkan, sehingga mempertimbangkan kemampuan diri dalam mengimplementasikannya. Dari aspek tindakan, penerapan ideologi tersebut tercermin dalam penampilan, penggunaan aksesori, serta aktivitas sehari-hari seperti mengamen, berkumpul, mengonsumsi minuman tradisional, tidur di emperan toko, bergaul bebas, melakukan perjalanan ke luar daerah secara estafet, serta praktik tato dan tindik. Faktor-faktor yang mendorong keberadaan komunitas punk di Kota Bukittinggi terdiri dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi proses perekrutan anggota yang berlangsung secara berkelanjutan, kuatnya pengaruh ideologi anarkisme, serta keberadaan komunitas itu sendiri. Sementara itu, faktor internal meliputi ketertarikan terhadap penampilan dan kesesuaian ideologi komunitas, serta adanya keinginan pribadi untuk menjalani kehidupan di jalanan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Azwar, M.SI;Dr. Maihasni, M.Si. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | Mr. Amril - |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 05:09 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 05:09 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521816 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]