SETIONO, SETIONO (2014) RESPON KACANG TANAH (Arachis hypogeae L) TERHADAP PUPUK KANDANG SAPI DAN DOLOMIT DI ULTISOL KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Thesis fulltext)
OK S2 PascaSarjana Agronomi Pertanian 2014 Setiono 1021201104-2.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, salah satunya pada sektor pertanian kacang tanah. Pertumbuhan dan hasil kacang tanah per hektar dapat ditingkatkan dengan memperbaiki sistem budidaya, terutama pada tanah Ultisol yang bersifat asam dan memiliki tingkat kejenuhan aluminium tinggi. Strategi yang efektif adalah pemberian pupuk kandang sapi dan kapur dolomit. Pupuk Kandang Sapi Meningkatkan sifat fisik tanah: permeabilitas, aerasi, struktur, dan kemampuan menahan air. Meningkatkan sifat kimia tanah: kapasitas tukar kation, daya sangga, menekan keracunan logam berat, dan kandungan hara makro-mikro. Meningkatkan sifat biologi tanah: ketersediaan makanan bagi mikroorganisme sehingga aktivitas tanah lebih optimal. Dolomit Mengandung Ca dan Mg (CaMg(CO₃)₂), menurunkan keasaman tanah dan kejenuhan aluminium. Meningkatkan kapasitas tukar kation dan pH tanah. Metode Penelitian Lokasi: Kebun Percobaan Balai Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bungo, Jambi (Juli–Desember 2012). Bahan: Pupuk kandang sapi matang, dolomit, Urea, SP-36, KCl, insektisida, dan benih kacang tanah varietas Kelinci. Rancangan: Rancangan acak kelompok faktorial 4×3 dengan tiga ulangan. Perlakuan: Dosis pupuk kandang sapi (0, 7,5, 15, 22,5 t/ha) dan dosis dolomit (0, 4, 8 t/ha). Hasil Penelitian Pemberian pupuk kandang sapi dan dolomit meningkatkan ILD (Indeks Luas Daun), LAB (Luas Area Batang), LTT (Laju Tinggi Tanaman), dan LTP (Laju Tinggi Panjang) secara nyata. Peningkatan jumlah polong, biji polong, berat kering 100 biji, dan indeks panen belum menunjukkan perbedaan signifikan. Dolomit berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar, berat kering biji per tanaman, jumlah polong basah per tanaman, berat kering brangkasan per ha, jumlah biji per tanaman, dan hasil biji kering per ha. Interaksi pupuk kandang sapi dengan dolomit umumnya tidak signifikan, kecuali pada indeks luas daun umur 49 HST. Dosis dolomit 4 t/ha cukup meningkatkan pertumbuhan dan hasil biji kering hingga 30,19% dibandingkan dosis 0 t/ha. Peningkatan dosis pupuk kandang sapi dari 0–22,5 t/ha memiliki pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Id. Aozar Svarif. MS; Prof. Dr. Ir. Zulfadlv Sharif. MP |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S2 Agronomi |
| Depositing User: | Mrs Leni Yurnelis |
| Date Deposited: | 17 Mar 2026 02:05 |
| Last Modified: | 17 Mar 2026 02:05 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521681 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric