Jargon Penggemar K-pop pada Akun Media Sosial X @nct_menfess: Kajian Sosiolinguistik

Nabila, Rinjani (2026) Jargon Penggemar K-pop pada Akun Media Sosial X @nct_menfess: Kajian Sosiolinguistik. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (292kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (433kB)
[img] Text (BAB Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (256kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Tugas Akhir Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jargon dan makna jargon yang digunakan penggemar K-pop pada akun media sosial X @nct_menfess dan (2) mendeskripsikan komponen tutur SPEAKING yang digunakan dalam jargon oleh penggemar K-pop pada akun media sosial X @nct_menfess. Metode yang digunakan pada tahap penyediaan data adalah metode simak dengan teknik dasar sadap, kemudian teknik lanjutan yang digunakan adalah simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode padan dan metode agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan referensial dan metode padan transasional, dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan dengan teknik lanjutan Hubung Banding Membedakan (HBB). Pada metode agih, teknik dasar yang digunakan adalah Bagi Unsur Langsung (BUL) dengan teknik lanjutan adalah teknik ganti. Kemudian, pada tahap hasil analisis data digunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data, (1) ditemukan tiga puluh enam jargon dan makna jargon yang digunakan oleh penggemar K-pop pada akun media sosial X @nct_menfess. Jargon-jargon tersebut, yaitu bias, rumput, cahol, comeback, fandom, maknae, oleng, sokor, handfan, dom, line, stan, debut, sunflowers, bakwan sayur, OP, freebies, sender, fancam, bubble, selir, dorm, konseran, hyung, poca, selca, lightstick, paper greeting, lapak, noraebang, war, fanchant, aegyo, PCD, fansign, dan fankit. Jargon tersebut mengandung makna konseptual dan kontekstual, yakni makna konseptual makna yang sesuai dengan konsep tataran bahasa dan makna kontekstual makna yang sesuai dengan situasi penggunaan bahasa. Sebagai contoh, Jargon rumput secara konseptual merupakan tumbuhan, sedangkan secara kontekstual merupakan panggilan untuk penggemar NCT. (2) kemudian, terdapat empat komponen tutur SPEAKING dalam jargon penggemar K-pop pada akun media sosial X @nct_menfess, yaitu setting and scene, ends, key, dan instrumentalities. Tidak ditemukannya komponen tutur SPEAKING lain seperti participants, act sequence, norms of interaction and interpretation, dan genre karena hanya berbasis postingan singkat, tidak berupa komentar antarpenggemar, dan teks yang informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggemar K-pop pada akun media sosial X @nct_menfess menggunakan jargon sebagai sarana komunikasi yang efektif sekaligus penanda identitas sosial komunitas.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Nadra, M.S.; Dr. Aslinda, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: sosiolinguistik; jargon; makna; penggemar K-pop; @nct_menfess
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia
Depositing User: S1 Sastra Indonesia
Date Deposited: 13 Mar 2026 02:13
Last Modified: 13 Mar 2026 02:13
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521451

Actions (login required)

View Item View Item