Potensi Supernatan Bacillus spp. Untuk Penekanan Pertumbuhan Botrytis cinerea Pers. Penyebab Penyakit Busuk Buah Stroberi (Fragaria vesca L.)

Oktavioni, Melya (2026) Potensi Supernatan Bacillus spp. Untuk Penekanan Pertumbuhan Botrytis cinerea Pers. Penyebab Penyakit Busuk Buah Stroberi (Fragaria vesca L.). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01 COVER DAN ABSTRAK MELY.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text (Pendahuluan)
02 BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (273kB)
[img] Text (Kesimpulan dan Saran)
03 PENUTUP MELY.pdf - Published Version

Download (236kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04 DAFTAR PUSTAKA MELY.pdf - Published Version

Download (297kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
05 SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Botrytis cinerea Pers. merupakan jamur patogen yang menyebabkan gejala busuk buah pada stroberi dan dapat mengakibatkan kehilangan hasil mencapai 89%. Alternatif pengendalian penyakit ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan metabolit sekunder dalam supernatan Bacillus spp. Penelitian ini bertujuan mendapatkan supernatan Bacillus spp. yang terbaik dalam menekan pertumbuhan B. cinerea dan perkembangan gejala busuk buah stroberi. Penelitian terdiri atas dua tahap menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tahap pertama menguji kemampuan supernatan Bacillus spp. untuk menekan pertumbuhan jamur B. cinerea secara in vitro dengan parameter luas koloni, karakter morfologi jamur, berat segar dan berat kering miselium, jumlah konidia, dan daya kecambah. Tahap kedua menguji kemampuan supernatan Bacillus spp. untuk menekan pertumbuhan jamur B. cinerea secara in vivo berdasarkan masa inkubasi, kejadian penyakit, dan luas gejala. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan supernatan Bacillus cereus Se07, Bacillus cereus P14, dan Bacillus subtilis mampu menekan pertumbuhan Botrytis cinerea secara in vitro. Perlakuan tersebut menghasilkan luas koloni masing-masing sebesar 33,13 cm², 30,18 cm², dan 27,74 cm² dengan persentase daya hambat berturut-turut sebesar 46,30%, 51,08%, dan 55,04% yang termasuk dalam kriteria kuat. Penghambatan pertumbuhan koloni ini sejalan dengan penurunan daya kecambah konidia B. cinerea terendah pada perlakuan supernatan Bacillus subtilis sebesar 17,31%, sehingga mampu membatasi reproduksi dan potensi infeksi patogen. Kondisi tersebut berkorelasi dengan hasil pengujian in vivo, di mana perlakuan supernatan Bacillus subtilis menghasilkan luas gejala busuk terendah pada buah stroberi sebesar 6,02 mm².

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Nurbailis, MS; Dr. Zurai Resti, SP. MP
Uncontrolled Keywords: Bacillus subtilis; busuk lunak; peracunan media; pengendalian hayati; Stroberi
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 09 Mar 2026 02:41
Last Modified: 09 Mar 2026 02:41
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521342

Actions (login required)

View Item View Item