Analisa Margin Stabilitas Tegangan pada Sistem Sumatera Barat dengan Metoda Kurva P-V dan Q-V

Mahira, Zahrah (2026) Analisa Margin Stabilitas Tegangan pada Sistem Sumatera Barat dengan Metoda Kurva P-V dan Q-V. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak - Zahrah M.pdf - Published Version

Download (340kB)
[img] Text (Bab 1)
Bab 1 - Zahrah M.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (Bab 5)
Bab 5 - Zahrah M.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka - Zahrah M.pdf - Published Version

Download (303kB)
[img] Text (Fulltext TA)
Full TA - Zahrah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan beban pada sistem transmisi Sumatera Barat meningkatkan risiko penurunan tegangan, khususnya pada bus beban yang tidak terhubung langsung ke pembangkit. Kondisi ini dapat memperkecil margin stabilitas tegangan yang beresiko voltage collapse maka dari itu diperlukan analisis margin stabilitas tegangan pada bus beban untuk mencegah hal tersebut Penelitian ini menganalisis stabilitas tegangan menggunakan metode kurva P–V dan Q–V serta perhitungan Margin Stabilitas Tegangan (VSM) pada kondisi beban puncak dengan hasil simulasi aliran daya beban puncak menunjukkan bahwa kapasitas sistem Sumatra Barat sebesar 608,6 MVA, dengan beban aktif sebesar 603,58 MW. Setelah memodelkan single line diagram dan memasukkan data, dilakukan pembuatan kurva melalui fitur kalkulasi yang ada di DIgSILENT PowerFactory. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketika beban dinaikkan melewati titik kritis, sistem mengalami voltage collapse dan simulasi kurva P–V dan Q–V berhasil menggambarkan hubungan antara perubahan daya beban aktif dan reaktif terhadap tegangan pada masing-masing bus beban serta menentukan titik kritis sistem. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh urutan Tiga GI beban dengan urutan (rangking) VSM (P) rendah yaitu GI Padang Panjang, GI Simpang Empat, GI Batusangkar dimana pembebanan daya aktif maksimum pada GI tersebut secara berturut – turut yaitu 61,2MW, 104,2 MW, dan 101,8 MW. Sedangkan dua GI beban dengan urutan (rangking) VSM (Q) terendah yaitu GI Kambang dan GI Pasaman dimana pembebanan daya reaktif maksimum yaitu -143,37 Mvar dan - 141,99 Mvar. Analisa ini menandakan bahwa kelima GI tersebut merupakan titik lemah sistem yang perlu menjadi prioritas utama dalam penempatan kompensasi daya reaktif guna meningkatkan kestabilan sistem transmisi Sumatera Barat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Adrianti, S.T., M.T
Uncontrolled Keywords: stabilitas tegangan; kurva P-V; kurva Q-V; VSM; digsilent powerfactory
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:05
Last Modified: 03 Mar 2026 02:05
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521197

Actions (login required)

View Item View Item