Okrila, Crisye (2014) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Masyarakat Minum Obat Dalam Pengobatan Massal Filariasis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2013. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (fulltext)
S1 Kesehatan Masyarakat 2014 Crisye Okrila 0810335187.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Tujuan Penelitian Program Eliminasi Filariasis di Kabupaten Pasaman Barat telah dilakukan pada tahun 2007–2011 dan setelah dilakukan evaluasi terhadap pengobatan massal di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2012, ditemukan 13 orang positif mikrofilaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan masyarakat minum obat filariasis. Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat dengan panduan kuesioner. Penelitian dilaksanakan pada September 2013–Januari 2014. Populasi berjumlah 23.698 orang. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, besar sampel ditentukan dengan rumus Notoatmodjo (2010) sebanyak 100 orang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil Hasil analisis univariat diketahui 33% responden mempunyai tingkat pendidikan yang rendah, 42,0% responden mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah, 32% responden memiliki sikap negatif, 38% responden menyatakan petugas tidak berperan aktif, dan 23% menyatakan tidak patuh minum obat filariasis. Analisis bivariat menyatakan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan masyarakat minum obat dalam pengobatan massal filariasis adalah tingkat pendidikan (p = 0,000 (p < 0,05), CI 95%: 2,244–16,830 dan nilai OR = 6,146), tingkat pengetahuan (p = 0,001 (p < 0,05), CI 95%: 2,071–16,771 dan nilai OR = 5,893), sikap (p = 0,000 (p < 0,05) dengan CI 95%: 5,142–51,042 dan nilai OR = 16,2), dan peran petugas kesehatan (p = 0,000 (p < 0,05) dengan CI 95%: 2,625–21,748 dan nilai OR = 7,556). Kesimpulan Hampir separuh responden memiliki pengetahuan yang rendah, sikap yang negatif, dan menyatakan peran petugas kurang aktif. Disarankan untuk meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan yang intensif oleh petugas kesehatan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta melakukan pembinaan dan memotivasi petugas kesehatan agar berperan aktif dalam pengobatan massal filariasis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Masrizal Dt. Mangguang, SKM, M. Biomed ; dr. Fauziah Elyta, MSc |
| Uncontrolled Keywords: | Filariasis; Kepatuhan; Minum; Obat |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 02:14 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 02:14 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521135 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]