Representasi Tradisi Merantau Minangkabau Dalam Iklan Pertamina Ramadhan 2011 (Analisis Semiotika Budaya Minang Di Televisi)

Husni, Rahmatul (2012) Representasi Tradisi Merantau Minangkabau Dalam Iklan Pertamina Ramadhan 2011 (Analisis Semiotika Budaya Minang Di Televisi). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (fulltext)
S1 Ilmu Komunikasi 2012 Rahmatul Husni 0810862032.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Banyak iklan yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan ingin menanamkan ide atau kesan tertentu kepada masyarakat, salah satunya adalah iklan televisi Pertamina Ramadhan versi Tradisi Merantau Minang 2011 yang menampilkan muatan-muatan budaya lokal. Dalam iklan ini, terdapat kekeliruan pengiklan dalam memaknai tradisi Merantau Minang. Penelitian ini menelaah penggunaan tanda-tanda dan memahami makna yang terdapat dalam iklan Pertamina Ramadhan 2011 yang merepresentasikan tradisi Merantau Minang. Untuk memahami hal tersebut, peneliti menggunakan konsep paradigma konstruktivisme, representasi, tradisi merantau Minang, iklan sebagai konstruksi realitas dalam media, serta semiotika dan komunikasi untuk menelaah konstruksi tradisi Merantau Minang yang direpresentasikan melalui tanda-tanda dalam tampilan iklan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan model semiotika Charles S. Peirce dengan perangkatnya yaitu tanda, objek, dan interpretan. Penelitian ini melihat bagaimana pihak pengiklan merepresentasikan tradisi Merantau Minang dengan satu pesan dari Pertamina yaitu “Semangat Terbarukan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Pertamina mengkonstruksi tradisi Merantau Minang melalui penokohan dalam iklan, setting tempat, alunan musik tradisional Minang, dan dialog yang menggunakan bahasa Minang. Tradisi Merantau Minang direpresentasikan melalui pengertian merantau yaitu meninggalkan kampung halaman atas kemauan sendiri dan biasanya dengan maksud ingin kembali pulang. Dalam iklan ini terdapat kesalahan dalam memahami budaya Minang seperti penggunaan rumah gadang, kata-kata niniek mamak yang diartikan kakek nenek, karakter dominan ayah dalam keluarga istri, serta tidak adanya sosok ibu. Konsepsi mengenai Merantau Minang direpresentasikan untuk menggambarkan tagline baru Pertamina yaitu “Semangat Terbarukan” sehingga dapat menampilkan citra positif Pertamina.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Asmawi, MS ; Rahmi Surya Dewi, M.Si
Uncontrolled Keywords: Pertamina; Semiotika; Merantau Minang; Charles Sanders Peirce
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi
Depositing User: Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026
Date Deposited: 26 Feb 2026 07:39
Last Modified: 26 Feb 2026 07:39
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521097

Actions (login required)

View Item View Item