Satria, Rico Evriz (2011) Penerapan Pembuktian Terhadap Pengedar Narkotika Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (fulltext)
S1 Hukum 2011 Rico Evriz Satria 05140038.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kejahatan narkotika merupakan kejahatan yang terorganisir yang semakin luas jangkauannya. Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi yang canggih tersebut menimbulkan implikasi negatif bagi perkembangan kejahatan dan meningkatkan intensitas lalu lintas perdagangan narkotika. Dalam penerapan pembuktian terhadap pelaku pengedar narkotika diperlukan perhatian baik dari segi penanganan kasus maupun terhadap penerapan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan beberapa pokok permasalahan antara lain; pertama, bagaimana cara penerapan pembuktian terhadap pengedar narkotika di pengadilan dan kedua, bagaimana putusan pengadilan terhadap pengedar narkotika yang dikaitkan dengan penerapan pembuktian yang dilakukan. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis, yaitu suatu metode penelitian yang menekankan praktik di lapangan untuk mendapatkan data primer dengan melakukan wawancara dengan pihak berwenang yaitu pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, dan data sekunder dengan penelitian kepustakaan yang berkaitan dengan pokok pembahasan penulis. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Dari penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa hakim dalam memutuskan perkara pengedar narkotika berdasarkan keyakinannya akan kesalahan terdakwa dan alat bukti yang digunakan dalam melakukan tindak pidana pengedar narkotika. Keyakinan hakim tidak muncul begitu saja. Hakim memutuskan suatu perkara dengan dua alat bukti dan hakim yakin akan kesalahan terdakwa. Dengan alat bukti tersebutlah muncul suatu keyakinan hakim (Pasal 183 KUHAP). Adapun hal-hal yang membuktikan apakah seseorang tersebut seorang pemakai atau pengedar yaitu dari barang bukti, keterangan terdakwa, dan hasil tes urine. Sedangkan hambatan dalam penerapan pembuktian terhadap pengedar narkotika yaitu keterangan yang berbelit-belit dari seorang terdakwa di depan pengadilan dan ketidaksesuaian keterangan dari saksi-saksi yang diajukan ke depan sidang pengadilan serta tidak konsistennya keterangan yang diberikan oleh saksi-saksi yang akan mempengaruhi hakim untuk menjatuhkan putusan terhadap terdakwa. Hal-hal yang menjadi pertimbangan hakim yang meringankan terdakwa yaitu terdakwa bersikap sopan selama proses pengadilan berlangsung, tidak mempersulit keadaan, adanya rasa penyesalan terdakwa atas perbuatan yang dilakukan, keterangan yang diberikan oleh saksi apakah rasional atau tidak, barang bukti dan keterangan saksi sesuai dengan bunyi surat dakwaan, serta pertimbangan lainnya. Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu barang bukti narkotika yang dimiliki terdakwa melebihi 1 kilogram, terdakwa dengan sengaja menjual narkotika golongan I, dan perbuatan terdakwa dapat merusak mental generasi muda serta citra generasi muda.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Yoserwan, SH., MH., LLM. ; Nani Mulyati, SH., MC,L. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 03:20 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 03:20 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521075 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric