Diokpasari, Mega (2011) Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Sebagai Pembiayaan Personal Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (fulltext)
S1 Hukum 2011 Mega Diokpasari 07940105.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Ada kalanya masyarakat tidak memiliki cukup dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karenanya, dalam perkembangan perekonomian masyarakat yang semakin meningkat muncullah lembaga pembiayaan. Lembaga pembiayaan merupakan salah satu fungsi bank, selain fungsi menghimpun dana dari masyarakat. Fungsi inilah yang lazim disebut sebagai intermediasi keuangan (financial intermediary function). Hal ini diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Pembiayaan dikucurkan melalui dua jenis bank, yaitu bank konvensional maupun bank syariah. Sistem bunga yang diterapkan dalam perbankan konvensional telah mengganggu hati nurani umat Islam sehingga dicarilah solusi yang tepat sesuai ajaran Islam, salah satunya yaitu pembiayaan murabahah, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (25) huruf (c) Undang-Undang Perbankan Syariah. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah bentuk dan isi perjanjian dari pembiayaan murabahah, prosedur pelaksanaan pembiayaan murabahah, serta bentuk permasalahan dari pembiayaan ini dan upaya penyelesaiannya. Untuk membahas permasalahan tersebut maka penulis menggunakan metode yuridis sosiologis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara terstruktur dengan account officer dan studi dokumen. Dalam penelitian yang penulis lakukan menunjukkan bahwa nasabah yang ingin mendapat pembiayaan murabahah ini harus melalui prosedur dan melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Padang serta harus memperhatikan isi dari perjanjian atau akad yang telah disepakati antara kedua belah pihak. Dalam pelaksanaan pemberian pembiayaan murabahah terdapat beberapa permasalahan, di antaranya masalah jaminan yang diberikan oleh pemohon tidak mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga menyulitkan posisi pihak bank jika nasabah wanprestasi, nasabah tidak lengkap administrasinya sehingga dapat memperlambat proses pemberian pembiayaan, serta nasabah tidak melaksanakan prestasi sesuai dengan yang diperjanjikan. Apabila masalah tersebut terjadi, pihak bank dapat menolak permohonan pembiayaan tersebut. Dan apabila nasabah wanprestasi maka perlu dilakukan upaya penyelamatan dan penyelesaian pembiayaan. Penyelamatan itu dilakukan dengan rescheduling, reconditioning, dan restructuring. Jika nasabah tidak beritikad baik dan tidak dapat lagi dilakukan penyelesaian secara intern antara bank dan nasabah, maka akan diselesaikan melalui jalur pengadilan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Linda Elmis, SH., M.Hum ; Andalusia, SH., MH |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Depositing User: | Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026 |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 04:18 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 04:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521059 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric