Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pengadaan Sarana Dan Prasarana Perjudian (Studi Kasus Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Padang)

Mizain, Havid (2011) Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pengadaan Sarana Dan Prasarana Perjudian (Studi Kasus Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Padang). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (fulltext)
S1 Hukum 2011 Havid Mizain 07140192.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pada hakikatnya manusia itu ingin suatu kemudahan untuk mendapatkan sesuatu yang sangat besar nilainya dilakukan dengan usaha yang kecil dan tanpa kerja keras. Usaha manusia untuk mencapai maksud tersebut dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan melakukan tindak perjudian. Perjudian tidak dibenarkan dalam undang-undang dan pelakunya dapat diancam pidana, tetapi pada kenyataannya yang dapat disentuh hukum adalah orang yang melakukan atau terlibat langsung dalam permainan judi, sedangkan orang yang menyediakan sarana dan prasarana perjudian jarang mendapatkan hukuman. Sudah pasti hal ini tidak dibenarkan karena keduanya melanggar ketentuan KUHP, khususnya Pasal 303 ayat (1) dan ayat (2) serta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Adapun perumusan masalah yang dibahas dalam penulisan ini meliputi penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana pengadaan sarana dan prasarana perjudian, kendala-kendala yang ditemui dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana pengadaan sarana dan prasarana perjudian, serta upaya penanggulangan yang diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Guna mewujudkan penulisan ini, penulis melakukan penelitian yuridis sosiologis. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kepustakaan dan wawancara, kemudian hasil kedua penelitian ini dijabarkan dan disusun secara sistematis dalam bentuk skripsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana pengadaan sarana perjudian di wilayah hukum Pengadilan Negeri Padang adalah berupa pidana penjara dengan lama pidananya kurang dari satu tahun. Sedangkan kendala-kendala yang ditemui dalam penerapan pidana terhadap pelaku tindak pidana pengadaan sarana dan prasarana perjudian adalah kurang atau hilangnya barang bukti dan pelaku tindak pidana tidak mempunyai niat untuk melakukan perjudian. Upaya penanggulangan terhadap kendala tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menjaga barang bukti serta menjatuhkan hukuman yang berat kepada pelaku agar pelaku merasa jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ismansyah. SH.. MH. ; Yoserwan, SH., MH., LLM.
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya
Depositing User: Zakaria Saputra PKL UIN IB 2026
Date Deposited: 25 Feb 2026 03:24
Last Modified: 25 Feb 2026 03:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521054

Actions (login required)

View Item View Item