Gusti, Feni Rahayu (2012) PENINGKATAN LAJU DISOLUSI MELOKSIKAM MENGGUNAKAN TEKNIK CO-GRINDING (PENGGILINGAN BERSAMA) DENGAN POLIMER POLIVINILPIROLIDON (PVP K-30). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Ful Teks)
OK S1 Farmasi 2012 Feni Rahayu Gusti 0811012034.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian mengenai efek padatan co-grinding telah dilakukan menggunakan meloksikam sebagai model obat yang sukar larut, dengan polimer hidrofilik polivinilpirolidon (PVP K-30). Proses co-grinding dilakukan menggunakan alat ball mill dengan tujuan meningkatkan laju disolusi meloksikam. Meloksikam merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang digunakan dalam terapi rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan nyeri sendi. Obat ini memiliki permeabilitas tinggi pada saluran cerna, tetapi kelarutannya dalam air rendah. Perbandingan meloksikam dengan PVP K-30 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1:1, 1:3, dan 1:5. Metode co-grinding dengan ball mill dapat memengaruhi karakterisasi padatan kristal obat, sehingga berpotensi meningkatkan laju disolusi. Untuk mengamati perubahan karakterisasi padatan dan kemungkinan interaksi antara obat dan polimer, dilakukan beberapa analisis terhadap campuran fisik dan campuran co-grinding, yaitu: Analisis difraksi sinar-X (XRD), Analisis Differential Thermal Analysis (DTA), Analisis Scanning Electron Microscopy (SEM), Analisis spektroskopi FT-IR, Analisis distribusi ukuran partikel, Uji disolusi menggunakan metode dayung (apparatus II) Hasil analisis difraksi sinar-X pada campuran co-grinding meloksikam–PVP K-30 menunjukkan terjadinya penurunan derajat kristalinitas obat. Data DTA menunjukkan penurunan suhu dan intensitas puncak endotermik secara signifikan pada campuran co-grinding. Hasil analisis XRD dan DTA mengindikasikan bahwa proses co-grinding menyebabkan transformasi fase dari bentuk kristal menjadi bentuk amorf. Analisis FT-IR menunjukkan tidak adanya interaksi kimia antara meloksikam dan PVP K-30 dalam campuran co-grinding. Hasil uji disolusi menunjukkan bahwa campuran co-grinding dengan perbandingan 1:3 memberikan peningkatan laju disolusi paling tinggi dibandingkan perbandingan lainnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr.Erizal,S.Si,M.Si, Apt., Dr.Febrfyenti,S.Si, M.Si, Apt |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 05:18 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 05:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520979 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]