Perencanaan Pengembangan Kawasan Kopi Berbasisi Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Bengkulu

Murtiningrum, Fery (2026) Perencanaan Pengembangan Kawasan Kopi Berbasisi Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Bengkulu. S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (83kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (250kB)
[img] Text (Bab I)
02. Bab 1..pdf - Published Version

Download (185kB)
[img] Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Disertasi Full Text)
05. Disertasi FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan bagi Indonesia. Salah satu Provinsi penghasil kopi adalah Provinsi Bengkulu. Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong merupakan dua Kabupaten terbesar penghasil kopi di Provinsi Bengkulu telah ditetapkan menjadi lokasi pengembangan kawasan pertanian. Pengembangan Kawasan kopi di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong saat ini dilakukan dengan merujuk pada Master Plan dan Action Plan Kawasan pertanian dimasing masing Kabupaten. Merujuk pada UU nomor 39 tahun 2014, perencanaan perkebunan terdiri atas perencanaan nasional, perencanaan Provinsi dan perencanaan Kabupaten/Kota. Perencanaan perkebunan dilakukan berpedoman pada rencana pembangunan nasional, selanjutnya juga berdasarkan rencana tata ruang wilayah, kesesuaian tanah dan iklim dan ketersediaan lahan untuk usaha perkebunan, daya dukung dan daya tampung lingkungan. Hal lain yang juga penting dipedomanin adalah kinerja pembangunan perkebunan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kondisi ekonomi dan sosial budaya, juga kondisi pasar dan tuntutan globalisasi, dan aspirasi daerah dengan tetap menjunjung tinggi keutuhan bangsa dan negara. Tidak semua petani yang ada di lokasi pengembangan kawasan mengetahui bahwa Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong telah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional di Provinsi Bengkulu sejak tahun 2016. Petani kopi di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong dalam melakukan kegiatan usahatani kopi tetap menggunakan cara-cara tradisional yang diajarkan secara turun temurun oleh nenek moyang. Pendapatan petani tidak mengalami peningkatan secara signifikan yang terlihat dari trend pendapatan petani kopi di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong dalam 5 tahun terakhir (BPS, 2019). Pemberdayaan dan partisipasi sering menjadi perbincangan dalam pemerintahan, namun kemudian menjadi tanda tanya apakah pada proses perencanaan pembangunan khususnya perencanaan pengembangan kawasan pertanian telah melibatkan pasrtisipasi masyarakat dengan berbasiskan pemberdayaan. Hasil penelitian terdahulu ditemukan bahwa partisipasi masyarakat hanya memiliki peran secara simbolik (Lovric & Lovric, 2018). Sangat sedikit ditemukan data yang menilai bahwa perencanaan pengembangan kawasan pertanian berbasiskan pemberdayaan masyarakat penting untuk dilakukan. Melalui penelitian ini, peneliti ingin berkontribusi mengisi kesenjangan yang ada dan menjelaskan bagaimana perencanaan pengembangan kawasan pertanian berbasis pemberdayaan dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menganalisa bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dalam perencanaan pengembangan kawasan kopi. Menganalisa faktor pendorong pemberdayaan meningkatkan kualitas perencanaan pengembangan Kawasan kopi, dan menganalisa peran pemberdayaan memperbaiki proses perencanaan pengembangan kawasan kopi. Penelitian menggunakan Mixed Methods Researh dengan concurrent embedded strategy yaitu metode kedua memperkuat metode pertama. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model Analysis Intercative (Miles dan Huberman, 19940), data dan informasi yang diperoleh akan dideskripsikan berdasarkan temuan lapangan, dan analisis SEM (Struktural Equation Modeling). Penelitian dilakukan di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong dari bulan Januari sampai Mei tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, survei, observasi dan studi dokomentasi, Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan dasar pertimbangan bahwa populasi homogen sebanyak 110 petani dari Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang dan 227 petani dari Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong. Pengambilan data juga dilakukan terhadap Informan penelitian sebanyak 14 orang diambil dari bagian perencanaan kabupaten, Dinas Pertanian, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Penyuluh pertanian. Sebelum digunakan, kuisioner sudah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,868. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses perencanaan pengembangan kawasan kopi ditemukan pemberdayaan masyarakat yang berbentuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat aktif pada saat pertemuan perencanaan, diskusi membahas kemungkinan kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan untuk masuk pada program perencanaan pengembangan Kawasan kopi, kegiatan sosialisasi rencana penyusunan perencanaan pengembangan Kawasan kopi. Penyuluhan, FGD dan pelatihan. Kesempatan ini ada jika masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana penyusunan dokumen perencanaan dan rencana aksi. Kelembangaan yang dilibatkan pada proses perencanaan pengembangan kawasan kopi adalah kelompok tani. Faktor pendorong pemberdayaan agar mampu meningkatkan kualitas perencanaan pengembangan Kawasan kopi adalah akses informasi, partisipasi, dan kelembangaan lokal, Akses informasi berpengaruh positif 18,7% terhadap pemberdayaan, Informasi yang jelas mengenai perencanaan pengembangan kawasan kopi menimbulkan kesadaran untuk petani berpartisipasi secara aktif pada kegiatan perencanaan pengembangan kawasan. Partisipasi berperan positif signifikan dengan t-hitung 4,475 > 1,96 besarnya pengaruh 31,9%. Partisipasi yang dimaksud adalah partisipasi aktif dengan kesadaran apa yang dilakukan berkaitan dengan kepentingan petani. Faktor pendorong selanjutnya yang berpengaruh positif signifikan terhadap pemberdayaan adalah kapasitas kelembagaan lokal sebesar 22,8%. Kelembangaan lokal berperan penting dalam memfasilitasi pembelajaran, pengelolaan sumbedaya dan advokasi dalam rangka peningkatan kapasitas petani. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemberdayaan dipengaruhi oleh akses informasi, partisipasi dan kelembagaan lokal. Temuan hasil penelitian menghasilkan perencanaan pengembangan kawasan berperan positif signifikan terhadap keberhasilan pengembangan kawasan dengan nilai t-hitung 69,087 > 1,96 dengan p-value sebesar 0.000 < 0.05. Besarnya pengaruh 0,836 (83,6%). Nilai ini menunjukkan ketika perencanaan kawasan dilakukan dengan menyertakan pemberdayaan akan berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan kawasan. Pemberdayaan berperan memperbaiki kualitas proses perencanaan pengembangan kawasan kopi. Pemberdayaan menumbuhkan rasa kepemilikan bahwa apa yang disusun merupakan hasil upaya mereka sehingga turunan dari perencanaan berupa program kegiatan yang dilaksanakan menjadi bagian dari tujuan petani. Dengan demikian penting dalam proses perencanaan pengembangan kawasan melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk sosialisasi rencana, pertemuan penggalian kebutuhan yang sesuai kebutuhan dan kondisi petani. Perencanaan pengembangan kawasan kopi berbasis pemberdayaan masyarakat berimplikasi terhadap perbaikan kualitas proses perencanaan dan bagi pemerintah penting kedepannya melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan pengembangan kawasan kopi

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Melinda Noer, M.Sc; Dr. Sri Wahyuni, S.Pt.,M.Si; Prof. Dr. Dodi Devianto, S.Si, M.Sc
Uncontrolled Keywords: Perencanaan; Pemberdayaan; Kawasan; Kopi; SEM
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S3 Ilmu Pertanian
Depositing User: S3 Pertanian Pertanian
Date Deposited: 09 Feb 2026 04:16
Last Modified: 09 Feb 2026 04:16
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520511

Actions (login required)

View Item View Item