Pengujian Sistem Alat Pemurnian Minyak Jelantah Berbasis Adsorben Alami dengan Indikator Kualitas pH

Bimantoro, Mohamad Aldi (2026) Pengujian Sistem Alat Pemurnian Minyak Jelantah Berbasis Adsorben Alami dengan Indikator Kualitas pH. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
abstrak.pdf - Published Version

Download (510kB)
[img] Text
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
Bab 5 Penutup.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text
Skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng bekas yang mengalami penurunan kualitas akibat proses pemanasan dan penggunaan berulang, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan apabila digunakan kembali tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak jelantah melalui proses pemurnian menggunakan metode adsorpsi dengan adsorben alami berupa zeolit, bentonit, karbon aktif, dan bleaching earth, serta mengevaluasi kinerja sensor pH sebagai alat pemantauan kualitas minyak. Sebanyak 15 kg minyak jelantah dibagi menjadi tiga sampel masing-masing 5 kg, kemudian setiap sampel diproses secara terpisah melalui tahapan pemanasan, penambahan adsorben, pengadukan, dan filtrasi. Analisis kualitas minyak dilakukan sebelum dan sesudah proses filtrasi dengan parameter kadar air, asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida, dan pH. Hasil pengujian menunjukkan bahwa minyak jelantah awal memiliki kadar air sebesar 18,22%, nilai FFA 0,4992%, bilangan peroksida 22,5 meq/kg, dan pH 6,41 yang menunjukkan kondisi minyak telah mengalami degradasi. Setelah proses filtrasi tahap pertama, kualitas minyak mengalami perbaikan yang signifikan dengan penurunan kadar air menjadi 1,89%, FFA menjadi 0,2944%, dan bilangan peroksida menjadi 7 meq/kg, serta peningkatan pH menjadi 7,05. Pada filtrasi tahap kedua dan ketiga, kadar air masing-masing sebesar 1,69% dan 2,79%, nilai FFA meningkat menjadi 0,32% dan 0,3456%, serta bilangan peroksida menjadi 8,5 meq/kg dan 11,75 meq/kg, dengan pH berturut-turut 6,75 dan 6,61. Hasil ini menunjukkan bahwa proses filtrasi paling efektif terjadi pada tahap pertama, sedangkan efektivitas adsorben menurun pada tahap selanjutnya. Sensor pH efektif digunakan sebagai indikator awal perubahan mutu minyak, namun penilaian kelayakan minyak secara menyeluruh tetap memerlukan pengujian parameter utama sesuai standar mutu minyak goreng.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Zulkifli Amin, Ph.D; Ir. Iskandar R, M.T
Uncontrolled Keywords: minyak jelantah; adsorben alami; filtrasi; sensor pH; kualitas minyak
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 30 Jan 2026 10:21
Last Modified: 30 Jan 2026 10:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520330

Actions (login required)

View Item View Item