Rizki, M (2026) Analisis Kinerja Base Isolated Structure Dengan Menggunakan Pushover Analysis Contoh Kasus Bangunan Ber-Layout ”T”. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (418kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (205kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (197kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap aktivitas seismik karena letak geografisnya yang berada di pertemuan tiga jalur gempa utama dunia. Kondisi ini mengharuskan setiap struktur bangunan dirancang agar mampu memitigasi beban gempa guna menjamin keselamatan penghuninya. Salah satu inovasi yang efektif untuk mereduksi energi gempa pada gedung bertingkat adalah penerapan teknologi isolasi dasar (base isolation). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan perilaku dinamis, gaya dalam, serta tingkat kinerja struktur antara model fixed base structure (tumpuan jepit) dengan base isolated structure menggunakan metode pushover analysis. Objek penelitian adalah gedung pendidikan fiktif setinggi 5 lantai yang dirancang sesuai dengan standar SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Jenis isolator yang digunakan adalah High Damping Rubber Bearing (HDRB) tipe HH080X4S dan HH065X4S. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS Ultimate 21.0.0 dengan meninjau beban gravitasi serta beban gempa spektrum respons Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan base isolator secara signifikan mengubah perilaku dinamis struktur. Periode alami struktur pada base isolated structure mengalami peningkatan sebesar 3 hingga 4 kali lipat dibandingkan dengan fixed base structure. Peningkatan periode ini efektif dalam mereduksi transmisi energi gempa ke struktur atas, yang dibuktikan dengan penurunan simpangan antar tingkat (story drift) rata-rata sebesar 50% hingga 60%. Dari aspek gaya dalam, model base isolated structure menunjukkan reduksi yang signifikan pada elemen kolom dan balok di lantai atas. Reduksi gaya geser tercatat sebesar 73% pada balok dan 67% pada kolom. Gaya dalam momen juga mengalami penurunan sebesar 63% pada balok dan 61% pada kolom. Namun, untuk gaya aksial pada kolom, perbedaannya sangat kecil, yaitu hanya berkurang sebesar 2%. Berdasarkan analisis pushover untuk mengevaluasi tingkat kinerja sesuai kriteria ATC-40, kedua sistem struktur berada pada level Immediate Occupancy (IO). Pada level ini, gedung hanya mengalami kerusakan minor pada komponen non-struktural dan dapat segera difungsikan kembali pascagempa. Meskipun berada pada level yang sama, base isolated structure mencatatkan maximum total drift yang lebih kecil (0,00205) dibandingkan fixed base structure (0,00265). Hal ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi isolator lebih unggul dalam menjamin stabilitas bangunan serta memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap komponen non-struktural dibandingkan metode konvensional.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Jati Sunaryati, S.T., M.T., Ph.D ; Ir. Masrilayanti, S.T., M.Sc., Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | base isolator; HDRB; pushover analysis; performance level |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | S1 Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 05:04 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 05:04 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520137 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]