Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Hijau 2,5% Sebagai Skin Priming Terhadap Luas Penyembuhan Luka Bakar Derajat Iia Dan Kadar Transforming Growth Factor Beta-1 Pada Tikus Galur Wistar

Auliya, Al Hazmi (2026) Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Hijau 2,5% Sebagai Skin Priming Terhadap Luas Penyembuhan Luka Bakar Derajat Iia Dan Kadar Transforming Growth Factor Beta-1 Pada Tikus Galur Wistar. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan ABstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (573kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab Akhir Kesimpulan dan Saran)
BAB AKHIR KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version

Download (574kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Full Teks)
FULL TEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN KRIM EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU 2,5% SEBAGAI SKIN PRIMING TERHADAP LUAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT IIA DAN KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA-1 PADA TIKUS GALUR WISTAR Auliya Al Hazmi Program Studi Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Program Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil Padang Email: 2250308202_auliya@student.unand.ac.id Abstrak Latar Belakang: Luka bakar berisiko mengalami keterlambatan penyembuhan atau terbentuknya skar hipertrofik akibat ekspresi TGF-β1 yang berlebihan. Daun Piper betle L. atau Daun Sirih Hijau (DSH) kaya senyawa bioaktif dan berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Pendekatan skin priming, yakni pemberian terapi sebelum luka terjadi untuk mempercepat fase penyembuhan, belum pernah dilakukan pada DSH. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak DSH 2,5% sebagai skin priming terhadap proses penyembuhan luka luka bakar derajat II pada tikus galur Wistar. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen dengan post-test only control group design menggunakan 25 tikus Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (P0), basis krim (P1), krim ekstrak DSH 2,5% pasca luka (P2.1), krim ekstrak DSH 2,5% skin priming dan pasca luka (P2.2), serta kontrol positif krim silver sulfadiazine 1% (P3). Semua kelompok menerima krim sekali sehari selama 21 hari, dengan P2.2 diberikan tambahan 7 hari sebelum luka bakar. Luka bakar derajat IIA dibuat di punggung tikus, dan persentase penyembuhan dievaluasi pada hari ke-3, 7, 14, dan 21, sedangkan jaringan luka dianalisis menggunakan ELISA untuk kadar TGF-β1 pada hari ke-21. Data dianalisis dengan One-way ANOVA untuk efek DSH 2,5% dan independent t-test untuk perbandingan skin priming. Hasil: Persentase pengurangan luas luka meningkat dari hari ke-3 hingga ke-21, dengan kelompok DSH 2,5% pasca luka (P2.1: 11,91%→96,81%) dan skin priming (P2.2: 7,73%→97,28%) serta silver sulfadiazine 1% (P3: 11,95%→97,48%) lebih cepat dibanding kontrol negatif (P0: 6,46%→79,74%) dan basis krim (P1: 11,63%→84,09%), dengan perbedaan signifikan mulai hari ke-7 hingga ke-21 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara DSH 2,5% pasca luka dan skin priming pada seluruh waktu pengamatan (p> 0,05). Kadar TGF-β1 tertinggi terdapat pada basis krim (431,95 ± 20,22 pg/ml) dan DSH 2,5% pasca luka (424,98 ± 27,92 pg/ml), diikuti DSH 2,5% skin priming (415,37 ± 43,65 pg/ml) dan silver sulfadiazine 1% (376,57 ± 45,58 pg/ml), dengan nilai terendah pada kontrol negatif (345,65 ± 39,57 pg/ml; p=0,008). Kesimpulan: Krim ekstrak daun sirih hijau 2,5% efektif menyembuhkan luka bakar derajat IIA setara dengan silver sulfadiazine 1%, sedangkan aplikasi sebagai skin priming tidak menambah efek perbaikan, menunjukkan potensi DSH 2,5% sebagai alternatif topikal berbahan alami dengan perlunya studi lebih lanjut untuk melihat manfaatnya sebagai skin priming

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp. DVE, Subsp. DKE, M.Ag, FINSDV, FAADV ; dr. Rina Gustia, Sp. DVE, Subsp. D.A. FINSDV, FAADV ;Prof. Dr. Netty Suharti, MS
Uncontrolled Keywords: daun sirih; luka bakar; skin priming; transforming growth factor beta;
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Dermatologi Venereologi dan Estetika
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 30 Jan 2026 02:19
Last Modified: 30 Jan 2026 02:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519967

Actions (login required)

View Item View Item