Perbedaan Kadar Cystatin C Dan Kreatinin Serum Berdasarkan Derajat Child Turcotte Pugh Pada Pasien Sirosis Hati

MAZAYA, INDAH BRILLIAN AMADEA (2026) Perbedaan Kadar Cystatin C Dan Kreatinin Serum Berdasarkan Derajat Child Turcotte Pugh Pada Pasien Sirosis Hati. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (533kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab Penutup)
BAB PENUTUP.pdf - Published Version

Download (604kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Full Teks)
FULL TEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (27MB) | Request a copy

Abstract

PERBEDAAN KADAR CYSTATIN C DAN KREATININ SERUM BERDASARKAN DERAJAT CHILD TURCOTTE PUGH PADA PASIEN SIROSIS HATI Mazaya Indah Brillian Amadea, Saptino Miro*, Deka Viotra** *Divisi Gastroenterohepatologi, **Divisi Ginjal Hipertensi, Program Studi Penyakit Dalam Program Spesialis, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas/ RSUP Dr. M. Djamil Padang Pendahuluan : Sirosis hati sering menyebabkan komplikasi pada ginjal. Penilaian fungsi ginjal pada pasien sirosis hati menggunakan kreatinin serum memiliki keterbatasan akibat pengaruh massa otot dan perubahan metabolisme. Cystatin C merupakan biomarker yang dinilai lebih sensitif dalam mendeteksi gangguan ginjal dini pada pasien sirosis hati. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar Cystatin C dan kreatinin serum berdasarkan klasifikasi Child Turcotte Pugh (CTP) pada pasien sirosis hati. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 57 pasien sirosis hati di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada periode Maret hingga Agustus 2025. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan klasifikasi CTP, yaitu CTP A, B, dan C, kemudian dilakukan pemeriksaan Cystatin C serum menggunakan metode enzymelinked immunosorbent assay (ELISA) dan kreatinin serum dengan metode Jaffe. Analisis statistik menggunakan SPSS 25.0. Hasil : Pada kelompok CTP memiliki median usia subjek penelitian 57 (26–72) tahun, dengan proporsi laki-laki sebesar 68,4%. Etiologi terbanyak adalah hepatitis B (70,2%). Analisis perbedaan Cystatin C dan kreatinin serum antara semua kelompok CTP didapatkan perbedaan bermakna. Pada uji lanjut kreatinin didapatkan tidak ada perbedaan bermakna antara CTP B dan C. Kesimpulan : Kadar Cystatin C serum meningkat seiring dengan perburukan fungsi hati berdasarkan klasifikasi CTP dan lebih unggul dibandingkan kreatinin serum dalam melihat fungsi ginjal berdasarkan stadium sirosis hati, khususnya antara CTP B dan C. Cystatin C berpotensi menjadi biomarker yang lebih baik untuk deteksi dini gangguan fungsi ginjal pada pasien sirosis hati.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Dr. dr. Saptino Miro, SpPD-KGEH, FINASIM ; dr. Deka Viotra, SpPD-KGH
Uncontrolled Keywords: Cystatin C; kreatinin; sirosis hati; skor Child Turcotte Pugh; sindrom hepatorenal
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 30 Jan 2026 01:53
Last Modified: 30 Jan 2026 01:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519950

Actions (login required)

View Item View Item