Rizki, Hildayatul (2026) RELASI KUASA ANTARA PT RESTORASI EKOSISTEM INDONESIA DENGAN KOMUNITAS BATIN SEMBILAN DALAM RESTORASI HUTAN DI PROVINSI JAMBI. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak .pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (BAB 2)
02. Bab 1 .pdf - Published Version Download (180kB) |
|
|
Text (BAB 3)
03. Bab IV .pdf - Published Version Download (6MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (312kB) |
|
|
Text (Thesis Full)
THESIS FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (41MB) | Request a copy |
Abstract
Restorasi ekosistem berbasis konsesi diposisikan sebagai respons kebijakan atas krisis deforestasi dan degradasi hutan, dengan menempatkan korporasi sebagai aktor utama pemulihan ekologis sekaligus pengelola ruang. Namun, dalam praktiknya, restorasi tidak hanya bekerja sebagai proyek teknis pemulihan lingkungan, melainkan juga sebagai arena relasi kuasa yang mengatur ulang akses, pengetahuan, dan kehidupan komunitas lokal yang telah lama bergantung pada hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa antara PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI) dan komunitas adat Batin Sembilan dalam restorasi hutan di Provinsi Jambi, serta menelaah dampak relasi kuasa tersebut terhadap pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan politik komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi kritis dalam kerangka penelitian kualitatif. Analisis merujuk pada pemikiran Michel Foucault tentang power/knowledge untuk memahami bagaimana kekuasaan dijalankan melalui regulasi, praktik institusional, dan produksi pengetahuan dalam restorasi ekosistem, serta bagaimana komunitas Batin Sembilan merespons, menegosiasikan, atau menantang pengaturan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam pengelolaan Hutan Harapan berlangsung dalam hubungan antara pihak yang mengatur dan pihak yang diatur, melalui skema kemitraan kehutanan menjadi mekanisme inklusi sekaligus eksklusi. Sebagian anggota komunitas memperoleh pengakuan dan akses terbatas terhadap ruang hidup, sementara kelompok lain mengalami pembatasan hak, marginalisasi, dan keterbatasan partisipasi. Dampak relasi kuasa tersebut terlihat dalam dimensi ekonomi, sosial, dan politik, meskipun komunitas Batin Sembilan tetap mempertahankan ruang tawar melalui strategi adaptasi, negosiasi, dan praktik lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan literatur kemitraan kehutanan dengan menghadirkan perspektif antropologi yang masih relatif terbatas dalam kajian restorasi ekosistem berbasis konsesi. Melalui pendekatan etnografi kritis, penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan kehutanan tidak dapat dipahami hanya sebagai skema teknis atau administratif, melainkan sebagai praktik sosial- politik yang sarat relasi kuasa, kontestasi pengetahuan, dan dinamika agensi komunitas lokal. Dengan demikian, keberhasilan restorasi ekosistem tidak hanya ditentukan oleh capaian ekologis, tetapi juga sejauh mana pengelolaan kawasan mengakui pengetahuan, pengalaman, dan kepentingan komunitas adat yang hidup di dalam dan di sekitar hutan. Kata kunci: Relasi kuasa, Inklusi dan Eksklusi, Restorasi Ekosistem, Komunitas Batin Sembilan, Hutan Harapan
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Afrizal, M.A Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Relasi kuasa; Inklusi dan Eksklusi; Restorasi Ekosistem; Komunitas Batin Sembilan; Hutan Harapan |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Antropologi |
| Depositing User: | S1 Antropologi Sosial |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 06:53 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 06:53 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric