Septa, Wahyuda (2026) ANALISIS PERILAKU PEKEBUN TERHADAP TATA KELOLA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT YANG BERKELANJUTAN (Studi Kasus Kebun Rakyat Kabupaten Dharmasraya). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak .pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (249kB) |
|
|
Text (BAB V Kesimpulan & Saran)
BAB V Kesimpulan & Saran.pdf - Published Version Download (221kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (483kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
Tesis full Text Septa wahyuda .pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Perkebunan kelapa sawit rakyat memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, namun penerapan tata kelola yang berkelanjutan masih menjadi tantangan. Hal ini tidak terlepas dari persepsi dan pengetahuan pekebun terhadap kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta dampak lingkungan dari aktivitas perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pekebun terhadap ISPO, memahami pengetahuan dan persepsi pekebun terhadap aspek ekologi perkebunan kelapa sawit, serta memahami perilaku pekebun dalam mengelola kebun kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2025 dengan pendekatan mixed methods. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 pekebun kelapa sawit, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan informan terkait. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keterkaitan antara persepsi, pengetahuan, dan perilaku pekebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pekebun terhadap ISPO masih belum memahami tujuan dan manfaat sertifikasi tersebut. Kondisi ini berpengaruh pada pengetahuan pekebun terhadap aspek ekologi perkebunan kelapa sawit, di mana pekebun lebih menyadari dampak lingkungan yang bersifat langsung seperti pencemaran udara (97%) dibandingkan dampak jangka panjang seperti pencemaran air (38%) dan penurunan keanekaragaman hayati. Meskipun sebagian besar pekebun telah menerapkan pembukaan lahan tanpa bakar (87%), penggunaan bibit bersertifikat (76%), dan memanfaatkan lahan yang relatif bebas konflik (100%), penerapan praktik ramah lingkungan lainnya masih terbatas, seperti penggunaan pupuk organik (57%) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara organik (25%). Dari sisi ekonomi, perkebunan kelapa sawit dinilai mampu meningkatkan pendapatan pekebun (87%), membuka lapangan kerja (82%), dan menyerap tenaga kerja lokal (95%).Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pekebun dalam mengelola perkebunan kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh tingkat persepsi dan pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman pekebun melalui pendampingan dan penyuluhan menjadi penting untuk mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr.Eng Muhammad Makky, S.TP, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | keberlanjutan, kelapa sawit, pengetahuan ISPO, perilaku pekebun, tata kelola. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S2 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S2 Ilmu Lingkungan |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 03:01 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 03:01 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]