Ahmad, Priki (2025) ALASAN MILENIAL MEMILIH MENJADI PETANI: STUDI DI NAGARI KOTO BERAPAK, KECAMATAN BAYANG, KABUPATEN PESISIR SELATAN. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER & ABSTRAK)
Cover Abstrak.pdf - Published Version Download (195kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (362kB) |
|
|
Text (BAB IV PENUTUP)
BAB 4 Penutup.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (195kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Menurunnya jumlah petani di Indonesia dan terjadinya fenomena aging farmer di mana jumlah petani lanjut usia lebih banyak dibandingkan dengan jumlah petani usia muda menandakan semakin melambatnya regenerasi petani yang pada akhirnya dapat mengakibatkan negara ini mengalami krisis pangan di masa depan. Namun, terdapat fakta menarik bahwa ada daerah di Indonesia yang jumlah petani milenialnya justru meningkat, salah satunya adalah Kecamatan Bayang (meningkat 51% dalam kurun waktu 10 tahun). Salah satu nagari di kecamatan ini yang menjadikan petani sebagai mata pencaharian utama, serta masyarakatnya yang terbuka dan update soal teknologi pertanian terkini adalah Nagari Koto Berapak. Maka dari itu, penelitian ini ingin melihat apa alasan milenial di Nagari Koto Berapak memilih menjadi petani, sebab kebanyakan milenial saat ini enggan untuk berkecimpung di sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan alasan milenial di Nagari Koto Berapak memilih menjadi petani. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pertukaran sosial oleh George C. Homans untuk menjelaskan alasan subjektif milenial memilih menjadi petani yang berangkat dari asumsi bahwa alasan individu memilih sesuatu berasal dari dorongan dan perasaan alamiah individu tersebut, serta teori pertukaran sosial oleh Peter M. Blau untuk menjelaskan alasan struktural milenial memilih menjadi petani yang berangkat dari asumsi bahwa alasan individu memilih sesuatu tidak hanya berasal dari dorongan pribadi, tetapi turut dipengaruhi oleh kondisi dan struktur sosial yang membentuk peluang dan pola tindakan individu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan subjektif milenial di Nagari Koto Berapak memilih menjadi petani adalah karena adanya rasa bangga dan puas yang timbul saat menjadi petani, keinginan untuk sukses seperti petani lainnya yang telah sukses dalam kehidupan mereka, adanya harapan untuk memajukan sektor pertanian di nagari mereka agar sektor ini tidak akan mati. Sementara itu, alasan struktural milenial memilih menjadi petani adalah karena keuntungan ekonomi berupa uang yang didapatkan dari sektor pertanian dianggap lumayan besar dan menjanjikan, petani dianggap sebagai profesi yang paling pasti dan menjanjikan, adanya dukungan dari masyarakat, serta adanya dukungan dari pemerintah yang sangat terbuka dalam memajukan sektor pertanian di Nagari Koto Berapak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Bob Alfiandi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Alasan, Milenial, Petani, Pertanian |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:40 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 07:40 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519149 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric