Pengembangan Produk Minuman Fungsional Berbahan Baku Koro Pedang dengan Metode BMC dan QFD

Sitakar, Abda Hotnauli (2026) Pengembangan Produk Minuman Fungsional Berbahan Baku Koro Pedang dengan Metode BMC dan QFD. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrack.pdf - Published Version

Download (367kB)
[img] Text (BAB 1. Pendahuluan)
BAB 1. Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (352kB)
[img] Text (BAB 5. Penutup)
BAB 5. Penutup.pdf - Published Version

Download (222kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (363kB)
[img] Text (Tugas Akhir Fulltext)
Tugas Akhir Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Koro pedang (Canavalia ensiformis L.) merupakan jenis kacang-kacangan lokal yang kaya akan protein, karbohidrat, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti kedelai dalam pengolahan pangan salah satunya minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk minuman fungsional berbahan dasar koro pedang dengan penambahan ekstrak jahe sebagai inovasi produk yang bernilai gizi dan komersial. Proses penelitian meliputi analisis karakteristik bahan baku dan produk akhir, uji perbandingan mutu dengan sari kedelai, analisis preferensi konsumen terhadap produk, serta pemetaan model bisnis menggunakan integrasi metode Business Model Canvas (BMC) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil analisis proksimat kacang koro pedang diperoleh kadar air sebesar 2,15%, kadar abu 2,43%, kadar protein 25,57%, kadar lemak 3,83%, dan karbohidrat 40,81%. Uji mutu sari koro pedang jahe menunjukkan kadar lemak 0,17%, kadar protein 1,50%, pH 6,12, jumlah padatan 16,11% dan Angka Lempeng Total (ALT) 3,14×10⁷. Hasil ini menunjukkan bahwa produk masih memerlukan optimalisasi untuk memenuhi SNI 01-3830-1995 terutama dalam hal higienitas dan pengendalian mikrobiologis. Analisis preferensi konsumen menunjukkan bahwa faktor kemasan, kualitas, harga, dan pengembangan produk berpengaruh terhadap minat beli. Pemetaan model bisnis melalui metode BMC menggambarkan struktur bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan nilai utama berupa rasa khas jahe, kandungan lemak rendah, serta bahan baku lokal berkualitas. Berdasarkan hasil analisis QFD, prioritas utama pengembangan produk terletak pada peningkatan standar mutu dan keamanan bahan, sedangkan aspek kemasan dan pemasaran berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing produk di pasar.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Azrifirwan, S.TP, M.Eng; Dr. Fitriani Kasim S.TP, M.Si.
Uncontrolled Keywords: BMC; koro pedang; minuman fungsional; QFD
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: S1 Teknologi Industri Pertanian
Date Deposited: 28 Jan 2026 09:29
Last Modified: 28 Jan 2026 09:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519133

Actions (login required)

View Item View Item