Salsabila, Amilia (2026) Inovasi Gel Nanoemulsi Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum frutescens) sebagai Antiinflamasi pada Nyeri Artritis Gout. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (428kB) |
|
|
Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version Download (222kB) |
|
|
Text (Bab V)
BAB V.pdf - Published Version Download (165kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (200kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Full Text)
TUGAS AKHIR FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Artritis gout ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat pada persendian yang menimbulkan respon inflamasi dan pembengkakan. Terapi konvensional melalui rute oral menghadapi permasalahan terkait efek samping yang ditimbulkan, sementara pendekatan topikal menunjukkan keterbatasan efikasi apabila diaplikasikan sebagai monoterapi. Ekstrak cabai rawit memiliki potensi sebagai sumber antiinflamasi alami yang dapat menjadi alternatif pengobatan. Akan tetapi, penetrasi melalui stratum korneum kulit memerlukan optimalisasi melalui sistem penghantaran seperti nanoemulsi untuk meningkatkan bioavailabilitas transdermal. Penelitian ini bertujuan menemukan formula optimal nanoemulsi ekstrak cabai rawit yang diinkorporasikan dalam gel dan menilai efeknya terhadap inflamasi pada mencit yang diinduksi karagenan 1,5%. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi diikuti standardisasi ekstrak. Formula nanoemulsi optimal ditentukan melalui diagram fase pseudoterner. Nanoemulsi ekstrak cabai rawit dibuat berdasarkan basis terpilih, diinkorporasikan dengan gel, dan dievaluasi. Pengujian antiinflamasi dilakukan pada 4 kelompok mencit (kontrol karagenan, natrium diklofenak, gel ekstrak, gel nanoemulsi ekstrak) dengan pengukuran volume eksudat dan kadar TNF-α menggunakan metode air pouch. Formula basis nanoemulsi optimal yang diperoleh adalah 80% akuades, 2% Virgin Coconut Oil (VCO), 18% campuran surfaktan dan kosurfaktan. Nanoemulsi ekstrak membentuk globul berukuran 54,4 nm, zeta potensial -23,6 mV, dan indeks polidispersitas 0,403. Hasil uji ANOVA dengan uji lanjut Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) menunjukkan gel nanoemulsi ekstrak cabai rawit menghasilkan volume eksudat terendah dengan perbedaan signifikan secara statistik (P<0,05). Pengujian kadar TNF-α tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Gel nanoemulsi ekstrak cabai rawit menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang berpotensi sebagai terapi alternatif untuk nyeri artritis gout.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. apt. Henny Lucida, Ph.D ; apt. Adhitya Jessica, M. Si |
| Uncontrolled Keywords: | nyeri artritis gout; cabai rawit; nanoemulsi; aktivitas antiinflamasi |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:29 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 07:29 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519075 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric