Pengaruh Mordan Alami Pada Kualitas Pewarnaan Kain Katun Dengan Ekstrak Kayu Secang (Biancaea sappan (L.) Tod.)

Eri, Susanti (2026) Pengaruh Mordan Alami Pada Kualitas Pewarnaan Kain Katun Dengan Ekstrak Kayu Secang (Biancaea sappan (L.) Tod.). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Text (Abstrak).pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
Text (BAB I. Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB V Penutup)
Text (BAB V. Penutup).pdf - Published Version

Download (986kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Text (Daftar Pustaka).pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Text (Skripsi Full Text).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (23MB) | Request a copy

Abstract

Pemanfaatan pewarna alami dalam industri tekstil menjadi alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi dampak berbahaya dari pewarna sintetis yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan biomordan jeruk nipis dan sabut kelapa terhadap kualitas pewarnaan kain katun dengan ekstrak kayu secang (EKS) terhadap fotodegradasi, kemampuan serap kain katun, kekuatan warna, serta ketahanan luntur akibat pencucian dengan sabun dan paparan sinar matahari. Dalam penelitian ini digunakan biomordan berupa, jeruk nipis (JN), dan sabut kelapa (SK) untuk meningkatkan stabilitas warna. Uji fotodegradasi dan serapan warna dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 550 nm, sedangkan intensitas warna kain dianalisis dengan UV-Vis DRS melalui nilai reflektansi. Ketahanan luntur terhadap pencucian dan cahaya matahari ditentukan menggunakan skala abu-abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotodegradasi EKS akibat sinar UV mencapai 51,91±0,23%, setelah penambahan biomordan mengalami penurunan menjadi 51,52±0,17% (SK), 35,13±0,27% (JN). Paparan sinar tampak juga memperlihatkan penurunan fotodegradasi dari 50,57±0,23% menjadi 50,39±0,26% (SK), 34,55±0,17% (JN). Aplikasi EKS pada kain katun menurunkan daya serap dari 23,10% menjadi 20,42% setelah perlakuan kitosan dan 20,72% (SK), serta 19,08% (JN), dengan biomordan. Intensitas warna kain katun juga mengalami penurunan dari 1,99 menjadi 1,84 setelah kitosan, kemudian mencapai 1,57 (SK), 1,47 (JN), dengan biomordan. Tahan luntur kain katun yang telah diwarnai terhadap pencucian sabun menunjukkan hasil kurang-cukup dengan skala 2-3, sementara tahan luntur sinar matahari tergolong baik dengan skala 4 sesuai standar ISO. Berdasarkan hasil penelitian, semua biomordan memberikan hasil ketahanan warna yang cukup baik terhadap kain katun. Biomordan SK dan JN memberikan ketahanan luntur pencucian sabun yang kurang-cukup dan kekuatan warna yang kurang baik. Biomordan SK memberikan daya serap tinggi pada kain katun. Biomordan JN memberikan ketahanan luntur sinar matahari dan fotodegradasi terbaik.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof.Dr.Safni,M.Eng.
Uncontrolled Keywords: Zat warna alami; ekstrak kayu secang; fotodegradasi; ketahanan luntur; daya serap; kekuatan warna
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia
Depositing User: S1 Kimia Kimia
Date Deposited: 28 Jan 2026 02:40
Last Modified: 28 Jan 2026 02:40
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518943

Actions (login required)

View Item View Item