DARI PERKEBUNAN KE HOLTIKULTURA : PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PETANI TEBU DI NAGARI SARIAK KECAMATAN SUNGAI PUA KABUPATEN AGAM (1985-2020)

Tanjung, Achmad Emilliansyah (2026) DARI PERKEBUNAN KE HOLTIKULTURA : PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PETANI TEBU DI NAGARI SARIAK KECAMATAN SUNGAI PUA KABUPATEN AGAM (1985-2020). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER dan ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (464kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I (1).pdf - Published Version

Download (560kB)
[img] Text (Bab V Kesimpulan)
BAB V (1).pdf - Published Version

Download (263kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf - Published Version

Download (375kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Abstrak Skripsi ini berjudul “Dari Perkebunan Ke holtikultura: Perubahan Sosial Ekonomi Petani Tebu di Nagari Sariak Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam (1985-2020)”. Skripsi ini mengkaji perubahan sosial ekonomi petani di Nagari Sariak yang dulu hidup dari pertanian tebu dan beralih ke pertanian holtikultura. Tujuannya untuk melihat pola hidup sosial dan ekonomi masyarakat di dua masa itu dan membandingkannya. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah terdiri dari empat langkah, pertama heuristik yaitu mengumpulkan sumber primer berupa profil Nagari Sariak tahun 2011, 2014, 2018 dan wawancara dengan menggunakan meode sejarah lisan. Narasumber yang diwawancarai seperti Jalinus St Panghulu (petani), Joni Ismail (Wali Jorong Lukok) Tedi Sofyaldi Dt Parpatiah nan Basa (niniak mamak di Nagari Sariak). kedua kritik sumber untuk memastikan keabsahan sumber yang didapat ketiga interpretasi (penafsiran) yaitu dengan manfsirkan fakta-fakta yang telah didapat dari sumber yang telah dikritik pada langkah sebelumnya dan langkah terakhir adalah Historiografi atau penulisan dalam bentuk skripsi. Perkebunan tebu dan industri gula saka telah menjadi sumber pendapatan utama petani di Nagari Sariak sejak dahulu. Perawatan tebu yang mudah dan harga gula saka yang mahal membuat komoditas ini menjadi andalan bagi sebagian besar petani di Nagari Sariak. Industri gula saka merupakan industri keluarga dengan skala kecil dan masih sangat tradisional. Pembuatan gula saka menggunakan teknologi tradisional tanpa bantuan mesin canggih dan dalam proses pemasakan masih menggunakan kayu api. Walau demikian petani di Nagari Sariak sangat bergantung pada industri kecil itu dan diwariskan secara turun temurun. Sekarang perkebunan tebu sudah tidak ditemukan di Nagari Sariak karena para petani memilih melakukan perubahan ke tanaman holtikultura seperti cabe, wortel, lobak dan komoditas lainya. Perubahan ini tidak hanya sekedar perubahan pola tanam, melainkan juga mencerminkan perubahan sosial ekonomi masyarakat yang kompleks. Kata Kunci: Petani, pertanian tebu, perubahan sosial ekonomi

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sejarah
Depositing User: S1 Sejarah Sejarah
Date Deposited: 28 Jan 2026 04:38
Last Modified: 28 Jan 2026 04:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518792

Actions (login required)

View Item View Item