Makna Simbolik Uang Jemputan Dalam Perkawinan Pariaman (Studi Kasus Kecamatan Pariaman Tengah)

Resky Harwi, Wiwit (2025) Makna Simbolik Uang Jemputan Dalam Perkawinan Pariaman (Studi Kasus Kecamatan Pariaman Tengah). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (105kB)
[img] Text (bab 1 pendahuluan)
bab 1 pendahuluan .pdf - Published Version

Download (202kB)
[img] Text (bab 4 penutup)
bab 4 penutup.pdf - Published Version

Download (47kB)
[img] Text (dapus)
dapus.pdf - Published Version

Download (162kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi WIWIT Full Text .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Dalam masyarakat Pariaman, tradisi uang jemputan atau bajapuik merupakan salah satu unsur penting dalam prosesi perkawinan. Tradisi ini menempatkan pihak perempuan sebagai pemberi uang kepada pihak laki-laki sebagai bentuk penghormatan dan kesungguhan dalam menjalin ikatan kekeluargaan. Namun, di tengah perubahan sosial dan ekonomi, praktik ini sering kali menimbulkan perdebatan mengenai besaran nominal yang dinilai memberatkan pihak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Pariaman memaknai uang jemputan dalam tradisi perkawinan, serta mengidentifikasi simbol-simbol yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan teori interaksionalisme simbolik dari George Herbert Mead dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sebelas informan yang terdiri dari tokoh adat, orang tua mempelai, pelaku tradisi, dan masyarakat pengamat. Informan ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang jemputan tidak hanya dipahami sebagai pemberian materi, tetapi juga memiliki makna simbolik yang kompleks, meliputi simbol penghormatan, tanggung jawab, kesungguhan, dan status sosial keluarga. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana komunikasi sosial yang memperkuat hubungan antar keluarga serta mempertegas identitas budaya masyarakat Pariaman. Meskipun praktik bajapuik mengalami pergeseran makna akibat pengaruh modernisasi dan faktor ekonomi, masyarakat tetap berupaya menyesuaikan pelaksanaannya melalui musyawarah agar nilai adat tetap dijalankan tanpa menimbulkan beban bagi pihak manapun.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Maihasni,S.Sos,M.Si ; Dr.Indraddin,M.Si
Uncontrolled Keywords: Uang Jemputan; Tradisi Bajapuik; Makna Simbolik; Perkawinan; Masyarakat Pariaman
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: S1 Sosiologi Sosiologi
Date Deposited: 28 Jan 2026 02:58
Last Modified: 28 Jan 2026 02:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518759

Actions (login required)

View Item View Item