ANALISIS POTENSI TERAPEUTIK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 MELALUI PENDEKATAN NETWORK PHARMACOLOGY DAN MOLECULAR DOCKING

Kamil, Muhammad Luthfi (2026) ANALISIS POTENSI TERAPEUTIK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 MELALUI PENDEKATAN NETWORK PHARMACOLOGY DAN MOLECULAR DOCKING. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (713kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (611kB)
[img] Text (BAB VII)
03. BAB VII.pdf - Published Version

Download (577kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (660kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

memerlukan strategi terapi multitarget. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) secara empiris dikenal memiliki potensi antidiabetes, namun mekanisme molekulernya melalui berbagai interaksi protein target memerlukan validasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi terapeutik senyawa aktif dari bunga telang terhadap DMT2 menggunakan pendekatan network pharmacology dan molecular docking. Identifikasi senyawa dilakukan menggunakan Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS), dilanjutkan dengan skrining sifat drug likeness, profil farmakokinetik (ADME), toksisitas, dan prediksi aktivitas biologis. Analisis network pharmacology digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara senyawa dengan hub genes penyakit. Selanjutnya, simulasi molecular docking dilakukan untuk mengevaluasi afinitas ikatan dan interaksi residu asam amino terhadap protein target utama. Hasil analisis LC-MS/MS mengidentifikasi 30 senyawa, lima di antaranya memenuhi kriteria penapisan. Network pharmacology mengidentifikasi 57 protein target yang relevan dengan DMT2, dengan AKT1, SRC, dan PPARγ sebagai hub genes utama. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa O-glutarylcarnitine berpotensi bertindak sebagai aktivator AKT1 dengan afinitas ikatan sebesar -6,05 kcal/mol, yang berinteraksi dengan residu kunci Lys14, Glu17, Tyr18, dan Arg23. Kaempferol menunjukkan potensi sebagai inhibitor SRC (-6,8 kcal/mol) melalui interaksi dengan Met341. Sementara itu, 7-octadecynoic acid bertindak sebagai agonis PPARγ dengan afinitas ikatan -8,5 kcal/mol yang melibatkan residu Tyr473. Disimpulkan bahwa senyawa aktif bunga telang memiliki potensi terapeutik sinergis terhadap DMT2 melalui modulasi jalur AKT1, SRC, dan PPARγ.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Dessy Arisanty, M.Sc; Dra. Dian Pertiwi, MS
Uncontrolled Keywords: Clitoria ternatea L., Diabetes Melitus Tipe 2, Network Pharmacology, Molecular Docking, AKT1, SRC, PPARγ
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis
Depositing User: S1 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 23 Jan 2026 09:03
Last Modified: 23 Jan 2026 09:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517987

Actions (login required)

View Item View Item