Hamidah, Haura (2026) Eufemisme dan Disfemisme dalam Pemberitaan Pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom Kajian Semantik. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (226kB) |
|
|
Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version Download (303kB) |
|
|
Text (Bab Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version Download (216kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text
Tugas Akhir Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Dalam penelitian ini, penulis mengkaji penggunaan eufemisme dan disfemisme dalam pemberitaan Pilpres 2024 di akun Instagram Narasi Newsroom dari perspektif semantik. Masalah yang diteliti meliputi: (1) Apa saja bentuk tataran lingual eufemisme dan disfemisme dalam pemberitaan Pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom? (2) Apa saja makna dan jenis makna eufemisme dan disfemisme dalam pemberitaan Pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom? Tujuan penelitian ini meliputi: (1) mendeskripsikan bentuk tataran lingual eufemisme dan disfemisme (2) mendeskripsikan makna dan jenis makna eufemisme dan disfemisme dalam pemberitaan Pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom. Metode penelitian dibagi menjadi tiga tahapan sistematis. Pertama, tahap penyediaan data digunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Kedua, tahap penganalisisan data yang menggunakan metode padan referensial melalui teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), serta metode agih dengan menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL), teknik ganti, dan teknik perluas. Selanjutnya, dalam penyajian hasil analisis, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bentuk tataran lingual eufemisme dan disfemisme dalam pemberitaan Pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom dalam kategori kata, frasa, dan klausa. Eufemisme dan disfemisme berbentuk kata yang ditemukan terdiri dari kata dasar, kata berafiks, kata reduplikasi, dan kata majemuk. Selain itu, merujuk pada hasil analisis data dalam pemberitaan pilpres 2024 di Instagram Narasi Newsroom, ditemukan eufemisme bermakna halus yang digunakan sebagai pengganti istilah kasar, menghindari konflik, dan mendukung diplomasi politik. Sebaliknya, disfemisme bermakna kasar yang digunakan secara lugas, mengganti ungkapan halus dengan gaya emosional dan negatif agar dapat memicu reaksi pembaca.. Jenis makna yang terkandung dalam eufemisme dan disfemisme meliputi makna leksikal, makna gramatikal, makna kontekstual, dan makna konotatif.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Leni Syafyahya, S.S. M.Hum.; Dr. Aslinda, M.Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | eufemisme; disfemisme; semantik |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia |
| Depositing User: | S1 Sastra Indonesia |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:48 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:48 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517800 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]