Perbandingan Kebijakan Korea Selatan dan Jepang dalam Pemanfaatan Budaya Populer untuk Kepentingan Ekonomi Pasca Covid-19

Ariani, Vivi (2026) Perbandingan Kebijakan Korea Selatan dan Jepang dalam Pemanfaatan Budaya Populer untuk Kepentingan Ekonomi Pasca Covid-19. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (236kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (484kB)
[img] Text (BAB V Penutupan)
BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (452kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan kebijakan Korea Selatan dan Jepang dalam memanfaatkan budaya populer untuk mencapai kepentingan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Kedua negara mengalami penurunan ekonomi akibat dari dampak pandemi COVID-19, sehingga budaya populer diposisikan sebagai salah satu strategi pemulihan melalui sektor ekonomi kreatif dan diplomasi budaya. Korea Selatan dengan budaya populer nya yang biasa disebut dengan Hallyu dan Jepang dengan budaya populer nya yang lebih dikenal dengan sebutan Cool Japan menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjadikan budaya populer sebagai instrumen untuk mencapai kepentingan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual Comparative Foreign Policy (CFP) oleh Ryan K. Beasley, dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif berbasis data sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa dalam level internasional, Korea Selatan lebih agresif dalam memanfaatkan Hallyu sebagai alat diplomasi dan ekspansi global, sementara Jepang cenderung pasif, fokus pada promosi budaya untuk menjaga citra negara. Di level nasional, budaya populer dijadikan mesin utama pemulihan ekonomi dan transformasi digital di Korea Selatan, sedangkan Jepang lebih menekankan stabilisasi industri budaya, perlindungan pekerja kreatif, dan menjadikannya penunjang citra serta diplomasi. Pada level individu, pemimpin Korea Selatan sangat aktif menjadikan budaya populer sebagai agenda strategis pemerintah pusat, sedangkan pemimpin Jepang lebih pasif dan bertahap, dengan peran signifikan dari aktor swasta atau non-pemerintah dalam mendorong inovasi dan memperluas budaya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Virtuous Setyaka, S.IP, M.Si; Zulkifli Harza, S.IP, M.Soc
Uncontrolled Keywords: Perbandingan Kebijakan Luar Negeri; COVID-19; Kepentingan Ekonomi; Jepang; Budaya Populer; Korea Selatan
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: S1 Hubungan Internasional
Date Deposited: 22 Jan 2026 04:43
Last Modified: 22 Jan 2026 04:43
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517691

Actions (login required)

View Item View Item