Putri, Revina Salsabila (2025) KEBIJAKAN LUAR NEGERI TURKI DALAM PENARIKAN DIRI DARI KONVENSI ISTANBUL. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER)
01. COVER.pdf - Published Version Download (344kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (539kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (335kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (551kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULLTEXT)
05. SKRIPSI FULLTEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Turki merupakan negara pertama yang menandatangani dan meratifikasi Konvensi Istanbul juga menjadi negara pertama yang menarik diri dari Konvensi tersebut pada tahun 2021. Kebijakan ini menggambarkan adanya kemunduran dalam kebijakan perlindungan perempuan dan kesetaraan gender di Turki. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebijakan Turki menarik diri dari Konvensi Istanbul. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep Gendered Multi-level Games oleh Karin Aggestam dan Jacqui True yang terdiri dari tiga level, yaitu gendered leadership, gendered institutions, dan gendered structures. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis serta menggunakan studi pustaka dalam proses pengumpulan data. Berdasarkan konsep Gendered Multi-level Games, peneliti menemukan bahwa kebijakan Turki untuk menarik diri dari Konvensi Istanbul dipengaruhi oleh faktor politik dalam level gendered leadership, gendered institutions, dan gendered structures yang menyebabkan resistensi terhadap norma-norma kesetaraan gender dalam kebijakan luar negeri Turki. Pertama, gendered leadership karena Erdogan merupakan pemimpin yang tidak berpandangan feminis dan menggunakan kebijakan tersebut untuk meningkatkan kekuasaanya. Kedua, gendered institutions yang dipengaruhi oleh perubahan orientasi kebijakan luar negeri Turki melalui Neo-Ottomanisme dan New Turkey yang menyebabkan Turki mulai mempromosikan nilai-nilai keluarga dan mengalami pergeseran menjadi anti-barat yang menyebabkan de-eropanisasi. Ketiga, gendered stuctures karena adanya kontestasi norma gender equality, dan kebijakan pro-gender mengalami hambatan seperti populisme sayap kanan yang menggambarkan konvensi istanbul sebagai ancaman nilai keluarga Turki serta pemimpin otoriter yang menarik diri Turki dari konvensi secara sepihak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Virtuous Setyaka, S.IP, M.Si ; Maryam Jamilah, S.IP, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Turki; Konvensi Istanbul; Kebijakan Luar Negeri; Gendered Multi-level Games |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:19 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:19 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517549 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric