Larasati, Feby (2025) Potensi Ekstrak Daun Ekor Naga (Epipremnum pinnatum (L.) Engl) Terhadap Kadar TNF-α: Studi In silico dan In vivo Pada Tikus Model Diabetes Melitus. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover)
01. Cover.pdf - Published Version Download (342kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (347kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (554kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (339kB) |
|
|
Text (Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α) berperan penting dalam patogenesis Diabetes Melitus tipe 1 melalui kerusakan sel β pankreas. Ekstrak daun ekor naga (Epipremnum pinnatum (L.) Engl.) dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes dan antiinflamasi, namun mekanisme molekular terhadap TNF-α masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil senyawa aktif ekstrak, memprediksi toksisitas dan potensinya sebagai penghambat TNF-α secara in silico, serta menguji pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah dan TNF-α secara in vivo. Penelitian ini menggunakan metode in silico dan eksperimental in vivo dengan pretest-posttest control group design. Profil senyawa (Epipremnum pinnatum (L.) Engl.) dianalisis menggunakan LC-HRMS, dilanjutkan prediksi farmakokinetik dan farmakodinamik, toksisitas, dan molecular docking terhadap TNF-α (PDB ID: 6OOY) dengan MOE 2019. Uji in vivo melibatkan 36 tikus jantan galur Wistar diinduksi aloksan (100 mg/kgBB) dan dibagi menjadi 6 kelompok: kontrol negatif, positif, metformin (250 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak (125, 250, dan 375 mg/kgBB). Pengukuran glukosa darah dan TNF-α dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil LC-HRMS mengidentifikasi 166 senyawa. 11 memenuhi kriteria skrining farmakokinetik dan farmakodinamik. Molecular docking menunjukkan afinitas ikatan yang kuat terhadap TNF-α, dengan 3-[(3-Hydroxypentadecanoyl) oxy]-4-(trimethylammonio)butanoate sebagai senyawa terbaik (−6,2424 kcal/mol kkal/mol; RMSD <2 Å). Uji in vivo menunjukkan penurunan signifikan glukosa darah (p<0,05), namun penurunan TNF-α tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun ekor naga (Epipremnum pinnatum (L.) Engl.) memiliki potensi sebagai inhibitor TNF-α berdasarkan analisis in silico dan efektif menurunkan glukosa darah secara in vivo, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen terapi adjuvan untuk DM.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D; Dr. dr. Gestina Aliska, SP.FK |
| Uncontrolled Keywords: | Epipremnum pinnatum (L.) Engl.; Diabetes Melitus; TNF-α; LC-HRMS; Molecular docking; Tikus Wistar; Aloksan |
| Subjects: | Q Science > QK Botany R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Biomedis |
| Depositing User: | S2 Ilmu Biomedis |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:56 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:56 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517527 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric