PLEA BARGAINING SEBAGAI MEKANISME PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI LUAR PENGADILAN: PENGATURAN PLEA BARGAINING DI AMERIKA SERIKAT DAN POTENSINYA DI INDONESIA

Suci Rizka, Fadhilla (2026) PLEA BARGAINING SEBAGAI MEKANISME PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI LUAR PENGADILAN: PENGATURAN PLEA BARGAINING DI AMERIKA SERIKAT DAN POTENSINYA DI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (95kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I.pdf - Published Version

Download (436kB)
[img] Text (Bab IV Penutup)
Bab IV.pdf - Published Version

Download (50kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (342kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Plea bargaining merupakan salah satu bentuk penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan. Mekanisme ini telah diatur oleh berbagai negara di dunia baik common law maupun civil law, namun Indonesia belum mengadopsi ini ke dalam peradilan. Tujuan yang utama dari mekanisme ini tentu saja untuk meningkatkan efektivitas hukum acara pidana. Berdasarkan hal tersebut, penulis merangkum menjadi dua permasalahan, yaitu 1. Pengaturan dan Penerapan plea bargaining dalam penyelesaian perkara pidana di Amerika Serikat; 2. Potensi pengadopsian plea bargaining dalam pembaruan hukum acara pidana Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu melakukan pendekatan penelitian dengan membahas ketentuan peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan terhadap penelitian ini adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus, perundang-undangan, perbandingan, dan konseptual dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yakni: 1. Plea bargaining di Amerika Serikat berkembang sebagai mekanisme dominan dalam sistem peradilan pidana modern untuk mengatasi penumpukan perkara, menghemat biaya, serta mempercepat penyelesaian kasus, hal yang sama dirasakan oleh banyak negara di dunia baik itu common law dan civil law dengan mengadopsi plea bargaining yang dibuatkan dalam berbagai peraturan tentunya disesuaikan oleh masing-masing negara yang menjadi solusi nyata terhadap efektifitas peradilan, tentunya di samping memiliki kelebihan, mekanisme ini tmempunyai kekurangan dalam pelaksanaannya; 2. Plea bargaining berpotensi menjadi instrumen penting dalam sistem peradilan pidana Indonesia yang mampu menyeimbangkan kebutuhan efisiensi peradilan dengan perlindungan hak asasi manusia dan pencapaian keadilan substantif. Ternyata, jenis perkara pidana, tahapan, dan bentuk plea bargaining Amerika Serikat tidak sepenuhnya dapat diadopsi secara keseluruhan dengan berbagai pertimbangan yang telah dipaparkan dalam tulisan ini. Untuk itu, perlu dilakukan kajian yang komprehensif jika Indonesia akan mengadopsi mekanisme ini dalam pembaruan proses peradilan pidana. Kata Kunci: Plea Bargaining; Penyelesaian Perkara; Amerika Serikat, Indonesia;

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Nani Mulyati, S.H., M.C.L Dr. Edita Elda, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Plea Bargaining; Penyelesaian Perkara; Amerika Serikat, Indonesia;
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 20 Jan 2026 08:38
Last Modified: 20 Jan 2026 08:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517335

Actions (login required)

View Item View Item