Hubungan antara Kejadian Infeksi Pseudomonas aeruginosa Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) dengan Pola Sensitivitas Antibiotik dan Luaran Klinis di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Amirasya, Muhammad Gavin (2026) Hubungan antara Kejadian Infeksi Pseudomonas aeruginosa Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) dengan Pola Sensitivitas Antibiotik dan Luaran Klinis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover dan abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (359kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
skripsi bab 1.pdf - Published Version

Download (269kB)
[img] Text (BAB 7 Penutup)
Bab 7 Penutupan.pdf - Published Version

Download (251kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
skripsi daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (253kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Infeksi Pseudomonas aeruginosa penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) merupakan masalah kesehatan terkait resistensi antibiotik, berperan dalam infeksi nosokomial seperti pneumonia dan infeksi saluran kemih. Produksi ESBL menginaktivasi antibiotik β-laktam, menghambat terapi efektif, serta meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara infeksi Pseudomonas aeruginosa penghasil ESBL dengan sensitivitas antibiotik dan luaran klinis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional, dengan pengumpulan data melalui uji kepekaan antibiotik dan analisis luaran klinis. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan prevalensi infeksi Pseudomonas aeruginosa penghasil ESBL mencapai 73,8%. Bakteri ini sensitif terhadap amikacin (90,3%), lalu diikuti oleh piperacillin tazobactam dan cefepime (83,9%). Luaran klinis menunjukkan Hospital-Acquired Infections (HAIs) pada 58,1%, komplikasi 25,8%, dan mortalitas 32,26%. Hasil menunjukkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara keberadaan ESBL dengan sensitivitas antibiotik atau luaran klinis (p > 0,05). Kesimpulannya, meskipun ESBL berperan dalam resistensi antibiotik, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan sensitivitas antibiotik atau luaran klinis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor klinis dan genetik lainnya yang mempengaruhi pengobatan dan pencegahan infeksi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: dr. Roslaili Rasyid, M.Biomed; Dr. dr. Gestina Aliska, Sp.FK
Uncontrolled Keywords: Pseudomonas aeruginosa; Extended Spectrum Beta-Lactamase; Pola Sensitivitas Antibiotik; Hospital Acquired Infections; Komplikasi; Mortalitas
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 20 Jan 2026 02:20
Last Modified: 20 Jan 2026 02:20
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/517169

Actions (login required)

View Item View Item