Hubungan Penggantian Antibiotik Empiris Awal Selama Perawatan Icu Dengan Mortalitas Pasien Di Rsup Dr. M. Djamil Padang

Muhammad, Ilham Anugrah (2026) Hubungan Penggantian Antibiotik Empiris Awal Selama Perawatan Icu Dengan Mortalitas Pasien Di Rsup Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Sampul dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (921kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 7 Penutup)
BAB 7 PENUTUP.pdf - Published Version

Download (371kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
SKRIPSI FULLTEXT FINAL DENGAN WM.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) memiliki risiko mortalitas yang tinggi, terutama akibat infeksi berat dan kondisi klinis yang cepat memburuk. Antibiotik empiris awal merupakan bagian penting dalam tatalaksana pasien kritis, namun sering dilakukan penggantian berdasarkan respons klinis dan hasil pemeriksaan penunjang. Dampak penggantian antibiotik empiris awal terhadap mortalitas pasien ICU masih belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggantian antibiotik empiris awal dengan mortalitas pasien ICU. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien dewasa yang dirawat di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 163 pasien. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan pengendalian usia, jenis kelamin, derajat severitas pasien, komorbiditas, dan lama rawat ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,3% pasien ICU mengalami penggantian antibiotik empiris awal dengan angka mortalitas sebesar 50,3%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penggantian antibiotik empiris awal tidak berhubungan secara signifikan dengan mortalitas pasien ICU (AOR = 0,556; IK 95% 0,197–1,573; p = 0,269). Sebaliknya, derajat severitas pasien berupa sepsis (AOR = 3,319; IK 95% 1,396–7,889; p = 0,007) dan syok sepsis (AOR = 10,193; IK 95% 3,817–27,216; p < 0,001), serta lama rawat ICU ≥7 hari (AOR = 0,376; IK 95% 0,161–0,878; p = 0,024) berhubungan secara signifikan dengan mortalitas. Kesimpulan penelitian ini adalah penggantian antibiotik empiris awal tidak berhubungan secara signifikan dengan mortalitas pasien ICU.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: dr. Fadrian, Sp.PD-KPTI, FINASIM
Uncontrolled Keywords: antibiotik empiris, ICU, mortalitas, penggantian antibiotik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 12 Jan 2026 07:51
Last Modified: 12 Jan 2026 07:51
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516643

Actions (login required)

View Item View Item