Arifianti, Aquila Fadhila (2025) Pengeringan Jagung dengan Kolektor Surya menggunakan Absorber Pasir Pantai Hitam dan Batu Apung di Rak Pengering. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
abstrak.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (Bab 5 Penutup)
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version Download (208kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (185kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
skripsi fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Jagung merupakan salah satu bahan utama pakan ternak yang berperan penting sebagai sumber energi karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Setelah panen, jagung memiliki kadar air sekitar 24–25% yang perlu dikurangi hingga mencapai 14–15% agar kualitas, daya simpan, serta nilai gizinya tetap terjaga. Metode pengeringan tradisional dengan cara menjemur di bawah sinar matahari masih banyak digunakan, namun memiliki kelemahan seperti ketergantungan terhadap kondisi cuaca, waktu pengeringan yang lama, serta hasil yang kurang merata. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pengeringan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi surya melalui sistem kolektor surya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kolektor dan laju pengeringan jagung dengan menggunakan kolektor surya yang dilengkapi absorber pasir pantai hitam sebagai penyerap panas serta batu apung sebagai media penyimpan panas pada rak pengering. Kolektor surya berukuran 1255 mm × 648 mm dengan kemiringan 45° dirancang untuk menyerap radiasi matahari dan menyalurkan udara panas ke ruang pengering tipe rak tiga tingkat. Pengujian dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada pukul 10.00–15.00 WIB dengan pencatatan data setiap 30 menit, meliputi intensitas radiasi matahari, suhu kolektor, suhu ruang pengering, massa jagung, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kolektor surya dengan absorber pasir pantai hitam dan batu apung di rak pengering memiliki kinerja terbaik dibandingkan sistem tanpa batu apung dan metode konvensional. Suhu ruang pengering mencapai 75,80°C, dengan efisiensi termal rata-rata 12,42%, dan kadar air akhir jagung menurun hingga 13,85% dalam waktu 900 menit. Penambahan batu apung terbukti meningkatkan kemampuan penyimpanan panas, menjaga kestabilan suhu, serta meningkatkan efisiensi kolektor dan laju pengeringan secara signifikan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Endri Yani, M.T; Iskandar R, M.T |
| Uncontrolled Keywords: | jagung; kolektor surya; pasir pantai hitam; batu apung; efisiensi kolektor. |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:15 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 08:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric