Pengaruh Paritas Terhadap Karakteristik Estrus Kerbau Setelah Penyuntikan PGF2a (Prostaglandin F2a) Dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Dakhrizal, Dakhrizal (2012) Pengaruh Paritas Terhadap Karakteristik Estrus Kerbau Setelah Penyuntikan PGF2a (Prostaglandin F2a) Dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Full Text)
OK S1 Peternakan 2012 Dakhrizal 0810611028.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap karakteristik estrus kerbau setelah penyuntikan PGF2a dan HCG. Diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai bahan informasi bagi peneliti, peternak, dan Masyarakat umum dalam upaya pengembangan ternak kerbau terutama aspek reproduksi. Penelitian ini menggunakan 27 ekor kerbau lumpur betina milik masyarakat di Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PGF2a (Estrumate) dengan dosis 2,5 ml/ekor dan HCG (Choruhn) dengan dosis 600 lU/ekor. Penelitian dilakukan secara eksperiment lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metoda purposive sampling. Aplikasi PGF2a dan HCG diberikan secara intramuscular. Variabel yang diamali adalah lama estrus dan intensitas estrus. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji-t. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa lama estrus pada kerbau dara(PO), paritas satu (PI), paritas dua (P2) dan paritas tiga (P3) adalah berbeda sangat nyata (P> 0,01) setelah penyuntikan PGF2a dan HCG. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa intensitas estrus (perubahan vulva, sekresi lendir vagina dan perubahan tingkah laku) pada kerbau dara (PO), paritas satu (PI), paritas dua (P2) dan paritas tiga (P3) adalah berbeda sangat nyata (P>0,01) setelah penyuntikan PGF2a dan HCG, kecuali pada perubahan vulva kerbau paritas dua (P2) tidak berbeda nyata (P> 0,05) dengan kerbau paritas tiga (P3). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Perbedaan paritas berpengaruh terhadap lama estrus, dimana estrus bertambah panjang seiring dengan bertambahnya paritas. Kerbau paritas tiga mempunyai respon yang lebih baik terhadap perlakuan dibandingkan paritas dua, satu dan dara. Perbedaan paritas berpengaruh terhadap intensitas estrus (perubahan vulva, sekresi lendir dan perubahan tingkah laku), dimana intensitas estrus bertambah Jelas seiring dengan bertambahnya paritas. Penentuan estrus akan lebih akurat apabila menggunakan parameter perubahan pada vulva dan perubahan tingkah laku.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Ir. H. Hendri Dt, TM, MS ; Prof. Dr. Ir. Hj. Zesfin, BP, MS
Uncontrolled Keywords: Paritas, Kerbau, Lama Estrus, Intensitas Estrus, PGF2a , HCG
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: Zahra Oktaviani PKL UIN IB 2026
Date Deposited: 06 Jan 2026 08:27
Last Modified: 06 Jan 2026 08:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516355

Actions (login required)

View Item View Item