Satria, Boby (2012) ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK ITIK PETELUR PERSILANGAN ITIK MOJOSARI DAN ITIK ALABIO (Pendekatan Stochastic Production Frontier) DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Skripsi Ful Teks)
OK S1 Peternakan 2012 Boby Satria 07164025.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitan ini dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan tujuan untuk mengetahui peubah yang mempengaruhi produksi dan efisiensi teknis dari usaha ternak itik petelur persilangan Itik Mojosari dan Itik Alabio, tingkat efisiensi teknis dari usaha ternak itik petelur dan pendapatan petemak itik petelur di Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive sampling, yaitu Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Luak, dan Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Metode penelitian ini adalah survei pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dipandu dengan kuesioner serta pencatatan rekording yang dilakukan petemak. Data primer diperoleh dari basil wawancara dan kousioner, sedangkan data sekunder diperoleh dan instansi-instansi terkait. Untuk menganalisis peubah yang mempenga^ prodi^i dalam usaha temak itik petelur digunakan model fungsi produksi stochastic frontier, sedangkan untuk menganalisis pendapatan petemak digunakan analisis kuantitif. Hasil penelitian menunjukkan peubah yang berpengaruh secara nyata terhadap aspek produksi dari usaha temak itik petelur di Kabupaten Lima Puluh adalah peubah kepadatan kandang, obal-obatan, dan jumlah itik petelur, sedangkan untuk peubah tenaga keija dan jumlah pakan tidak berpengaruh secara nyata. Tingkat efisiensi teknis dari usaha temak itik petelur di Kabupaten Lima Puluh Kola yang dicapai rata-rata adalah 0,85. Dari keselurohan petemak, 56,7 persen dari peternak tersebut telah mendekati nilai frontir. Peubah inefisiensi teknis yang berpengaruh nyata adalah umur petemak, pengalaman, dan keikutsertaan petemak dalam penyuluhan, sedangkan pendidikan dan status usaha tidak berpengaruh nyata. Untuk meningkatkan efisiensi petemak hams lebih memperhatiakan kepadatan kandang, obat-obatan, jumlah itik petelur, umur peternak, pengaman, dan keikutsertaan petemak dalam penyuluhan. Pendapatan petemak itik petelur di Kabupaten Lima Puluh Kota rata-rata adalah Rp 1.101.249,21 dengan R/C ratio 1,61. Dapat diartikan dengan R/C ratio 1,61 dan tingkat efisiensi rata-rata 0,85 atau 85 persen, usaha peternakan itik petelur di Kabupaten Lima Puluh Kota menguntungkan dan dapat dikembangkan sebagai salah satu pendukung perekonomian masyarakat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Andri, MS, Ida Indrayani, S.Pt, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | itik petelur, produksi, efisiensi teknis, pendapatan, dan stochastic productionfrontier. |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 07:37 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 07:37 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516281 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]