Amelia, Rizka (2025) GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS SETELAH PEMBERIAN DIET TINGGI LEMAK DAN EKSTRAK Taxus sumatrana. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (163kB) |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (BAB 6 Penutup)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version Download (67kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
Abstract
Dislipidemia adalah kondisi terjadinya gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kolesterol total, LDL, atau trigliserida dan terjadinya penurunan HDL akibat konsumsi diet tinggi lemak. Dislipidemia dapat menyebabkan NAFLD, yaitu kondisi perlemakan hepar akibat akumulasi lemak berlebih. Ekstrak daun Taxus sumatrana mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, saponin dan alkaloid yang dapat mengurangi akumulasi lemak dan sel radang di hepar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran histopatologi hepar tikus setelah pemberian diet tinggi lemak dan ekstrak Taxus sumatrana. Penelitian ini merupakan true experimental dengan desain post test only kontrol group desain. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok penelitian yaitu, K-, K+, P1, P2, dan P3. Kelompok K- hanya diberi pakan standar, K+ diberi diet tinggi lemak, dan P1, P2, P3 diberi diet tinggi lemak dan ekstrak daun Taxus sumatrana dengan dosis 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB selama 42 hari. Analisis data penelitian menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rerata vakuola lemak pada kelompok K-, K+, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 0.32 ± 0.55, 31.80 ± 7.12, 16.60 ± 2.54, 9.44 ± 1.32, dan 3.52 ± 1.00 sel. Rerata infiltrasi sel radang pada kelompok K-, K+, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 0.44 ± 1.00, 25.88 ±1.90, 19.44 ±1.00, 15.60 ± 0.81, dan 9.60 ± 1.80 sel. Hasil penelitian menunjukkan rerata vakuola lemak dan infiltrasi sel radang tertinggi terjadi pada kelompok K+ dan terendah pada K-. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat penurunan vakuola lemak dan infiltrasi sel radang pada kelompok yang diberi ekstrak daun Taxus sumatrana. Dosis ekstrak daun Taxus sumatrana yang paling efektif yaitu 500 mg/kgBB.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | dr. Biomechy Oktomalio Putri, M.Biomed; dr. Shinta Ayu Intan, Sp.PA |
| Uncontrolled Keywords: | Diet tinggi lemak, dislipidemia, ekstrak daun Taxus sumatrana, infiltrasi sel radang, NAFLD, dan vakuola lemak |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 03:01 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 03:01 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516084 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric