Pengaruh Silase Onggok Dibandingkan Jagung dan Sagu Terhadap Karakteristik Cairan Rumen pH, VFA, NH3 Secara In-vitro

Nirwana, Febi (2025) Pengaruh Silase Onggok Dibandingkan Jagung dan Sagu Terhadap Karakteristik Cairan Rumen pH, VFA, NH3 Secara In-vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (439kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (431kB)
[img] Text (BAB 5 Kesimpulan dan Saran)
BAB 5 Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version

Download (212kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (359kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik antara silase onggok memakai aditif urea, silase onggok memakai aditif kapur aktif, jagung dan sagu terhadap karakteristik cairan rumen (pH, VFA dan NH3) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P1 (silase onggok memakai aditif urea), P2 (silase onggok memakai aditif kapur aktif), P3 (jagung), dan P4 (sagu). Peubah yang diamati adalah pH, konsentrasi VFA dan NH3 cairan rumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan perbedaan nilai rataan perlakuan diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukan bahwa pengaruh silase onggok dibandingkan jagung dan sagu tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan konsentrasi VFA cairan rumen (P>0,05) namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap NH3 cairan rumen. Rataan pH berkisar 6,73 - 6,90, total VFA berkisar antara 121,67 - 128,33 mM, dan konsentrasi NH3 berkisar antara 4,39 - 7,93 mg/100ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pH, VFA dan NH3 silase onggok memakai aditif urea yang diperam selama 7 hari dapat menyamai jagung atau sagu. Hasil terbaik adalah silase onggok memakai aditif urea yang diperam selama 7 hari dengan pH (6,80), produksi VFA (128,33 mM) dan konsentrasi NH3 (7,93 mg/100ml) cairan rumen.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Hermon, M. Agr; Dr.Ir. Rusmana Wijaya Setia Ningrat, M.Rur.Sc
Uncontrolled Keywords: In-vitro; NH3; pH; Silase onggok; dan VFA
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: S1 Peternakan Peternakan
Date Deposited: 28 Aug 2025 02:15
Last Modified: 28 Aug 2025 02:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/506596

Actions (login required)

View Item View Item