Jannah, Azani (2025) PENGARUH PERSENTASE LEMPUNG DAN NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK TANAH TERHADAP KESTABILAN LERENG. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
COVER.pdf - Published Version Download (255kB) |
![]() |
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (58kB) |
![]() |
Text (BAB 5 KESIMPULAN)
KESIMPULAN.pdf - Published Version Download (116kB) |
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (185kB) |
![]() |
Text (SKRIPSI FULL)
SKRIPSI FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persentase lempung dan nilai suseptibilitas magnetik tanah terhadap kestabilan lereng di Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Sampel diambil dari dua lereng dengan kondisi vegetasi berbeda: Lereng A (tidak bervegetasi) dan Lereng B (bervegetasi), masing-masing pada kedalaman 0 cm, 50 cm, dan 100 cm. Parameter yang dianalisis meliputi suseptibilitas magnetik frekuensi rendah (κlf), suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi (κfd), dan persentase lempung (m3). Pengukuran dilakukan menggunakan Bartington MS2 Susceptibility Meter, sedangkan analisis lempung dilakukan melalui metode hidrometer. Hasil menunjukkan bahwa nilai κlf tertinggi tercatat pada sampel LB31 sebesar 176,3 × 10-5 SI (kedalaman 0 cm), dengan nilai κfd sebesar 4,0% dan persentase lempung (m3) sebesar 63,8%. Sebaliknya, nilai κfd tertinggi ditemukan pada sampel LA23 sebesar 6,6% (kedalaman 100 cm), dengan nilai κlf rendah (40,3 × 10-5 SI) dan persentase lempung tertinggi sebesar 61,9%. Pola ini menunjukkan bahwa tanah dengan tingkat pelapukan tinggi cenderung memiliki nilai κlf rendah dan κfd tinggi, serta kandungan lempung yang lebih besar, yang berpotensi memengaruhi kestabilan lereng. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa nilai κlf memiliki hubungan negatif terhadap persentase lempung, dengan persamaan y = -1,11x + 32 dan koefisien korelasi R = -0,77, yang mengindikasikan korelasi kuat dan berlawanan arah. Sebaliknya, hubungan antara κfd dan lempung menunjukkan korelasi positif yang lemah, dengan persamaan y = 1,45x + 17,33 dan nilai R = 0,39. Kombinasi parameter magnetik dan tekstur tanah menunjukkan potensi sebagai indikator non-destruktif dalam identifikasi dini zona rawan longsor. Temuan ini mendukung penggunaan pendekatan geofisika sederhana untuk pemetaan kerentanan lereng secara efisien di wilayah tropis dengan tingkat pelapukan tinggi.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Arif Budiman, M.Si. |
Uncontrolled Keywords: | persentase lempung; Bartington MS2 Susceptibility Meter; κlf; κfd; kestabilan lereng |
Subjects: | Q Science > QC Physics |
Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Fisika |
Depositing User: | S1 Fisika Fisika |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 08:08 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 08:08 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505825 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |