Sidiq, Zulkarnain (2025) Prediksi Erosi di Beberapa Kelas Lereng pada Tanaman Teh (Camellia sinensis L) PTPN VI Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover+Abstrak Skripsi Zulkarnain Sidiq 2110232035.pdf - Published Version Download (379kB) |
![]() |
Text (BAB I)
BAB I skripsi Zulkarnain Sidiq 2110232035.pdf - Published Version Download (294kB) |
![]() |
Text (BAB V)
BAB V Skripsi Zulkarnain Sidiq 2110232035.pdf - Published Version Download (241kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka Skripsi Zulkarnain Sidiq 2110232035.pdf - Published Version Download (278kB) |
![]() |
Text (Skripsi Full)
Skripsi Full Zulkarnain Sidiq 2110232035.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Erosi merupakan salah satu fenomena alam yang menyebabkan degradasi lahan, terutama pada daerah berlereng dengan curah hujan tahunan yang tinggi. Tanaman teh sebagian besar dibudidayakan di lahan berlereng, seperti di Gunung Talang dengan curah hujan tahunan mencapai 2.507 mm. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah tanah yang tererosi pada tanaman teh umur kurang lebih 5 tahun menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2025 dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive berdasarkan tingkat kemiringan lereng (8-15%, 15-25%, 25-45% dan >45%). Parameter yang dianalisis meliputi tekstur tanah, berat jenis, bahan organik, permeabilitas, dan struktur tanah. Data analisis tanah, curah hujan, dan identifikasi lapangan digunakan untuk memprediksi erosi tanah menggunakan metode USLE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi tanah meningkat seiring dengan peningkatan tingkat kemiringan lereng. Erosi tertinggi (1.336,02 T/Ha/T) terjadi pada lereng >45%, diikuti oleh lereng 25-45% (664,58 T/Ha/T), kemudian lereng 15-25% (210,02 T/Ha/T), dan terendah pada lereng 8-15% (35,52 T/Ha/T). Indeks bahaya erosi tergolong sedang pada lereng 8-15%, dan tinggi pada lereng yang lebih curam.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Yulnafatmawita, MSc; Dr. Ir. Agustian |
Uncontrolled Keywords: | Budidaya teh, lereng, PTPN VI, teh muda, USLE |
Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah |
Depositing User: | s1 ilmu tanah |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 04:43 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 04:43 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |