Ketidakpatuhan Pedagang Kaki Lima Berjualan di Lokasi Pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman

Febrian, Dzaky (2025) Ketidakpatuhan Pedagang Kaki Lima Berjualan di Lokasi Pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (ABSTRAK)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (474kB)
[img] Text (BAB I)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (651kB)
[img] Text (BAB IV)
Bab 4 Penutup.pdf - Published Version

Download (266kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (194kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
DRAFT Skripsi Dzaky Febrian.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan pedagang kaki lima berjualan di lokasi pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena di kawasan wisata Pantai Gandoriah, pemerintah telah membangun pujasera senilai Rp1,6 miliar pada tahun 2014 dengan 40 kios sebagai upaya relokasi pedagang, namun fasilitas tersebut kini tidak dihuni pedagang karena pedagang kembali berjualan di lokasi lama. Hal ini menciptakan kesan semrawut dan mengurangi keindahan kawasan pantai, meskipun telah dilakukan berbagai upaya penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa pedagang kaki lima tidak patuh berjualan di lokasi pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan 8 pedagang kaki lima sebagai informan pelaku dan 4 orang sebagai informan pengamat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Teori yang digunakan adalah Teori Strukturasi oleh Anthony Giddens. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, faktor constraining yang membatasi pedagang meliputi kebijakan relokasi pedagang ke pujasera dan peraturan daerah yang mengatur. Kedua, faktor enabling yang memungkinkan ketidakpatuhan meliputi: lokasi pujasera yang tidak strategis karena jauh dari aktivitas utama pengunjung pantai. Persaingan dengan pedagang asongan yang bebas berkeliling tanpa terikat lokasi. Penegakan aturan yang lemah dengan koordinasi antar instansi yang kurang baik. Tidak adanya pengawasan pemerintah setelah relokasi dan fasilitas pujasera yang tidak memadai seperti lantai licin, atap bocor, dan kios yang sempit. Kondisi-kondisi ini mendorong pedagang menggunakan kemampuan refleksif mereka untuk kembali ke lokasi lama yang lebih menguntungkan secara ekonomi, meskipun melanggar aturan resmi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Azwar, M.Si
Uncontrolled Keywords: Street Vendors; Non-Compliance; Food Court
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: s1 sosiologi sosiologi
Date Deposited: 12 Aug 2025 04:56
Last Modified: 12 Aug 2025 04:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/502324

Actions (login required)

View Item View Item