Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Fariaman Sumatera Barat

Shofiah, Raudhatu (2013) Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Fariaman Sumatera Barat. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Full Teks)
Pertanian Tanah 2013 Raudhatu Shofiah 07113006.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Longsor yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 silam, menjadikan Kecamatan Patamuan sebagai daerah yang perlu diperhatikan tingkat kerawanannya terhadap bahaya longsor (pergerakan tanah) untuk mengantisipasi kemungkinan berulangnya kejadian tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat, kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium di Laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada buian April sampai Juni 2012. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda Stratified Random Sampling yang bertujuan untuk membedakan dan membagi masing-masing lokasi penelitian berdasarkan lereng dan bahan induk serta penggunaan lahan. Faktor yang diamati meliputi karakteristik tanah dan karakteristik lahan. Karakteristik lahan meliputi; 1) kemiringan lahan, 2) panjang lereng, 3) singkapan batuan, 4) kedalaman muka air tanah, 5) penggunaan lahan dan 6) curah hujan. Sementara itu karakteristik tanah meliputi ; 1) solum, 2) tekstur, 3) struktur, 4) C organik, 5) bulk density (BV) dan 6) permeabilitas. Hasil penelitian memetakan Korong di Kecamatan Patamuan memiliki tiga kelas bahaya longsor ; a) kelas II (rendah) meliputi Korong Kabun Pondok Duo dan Lubuk Panas dengan luas 291 Ha (5 %), b) kelas III (sedang) meliputi Korong Pulau Air, Galoro, Sungai Kasiakan, Sarang Gagak, Sungai Durian, Koto Mambang, Sialang, Paraman Talang, Lubuak Laweh Jajaran dan Lubuk Laweh Kampung Apa, Kampung Tanjung, dan Lubuk Aro dengan luas 3.554 Ha (61 %) dan c) kelas IV (ag^ tinggi) meliputi Korong Tandikek Asii dan Air Kelok dengan luas 1.193 Ha (20 %). Jumlah tanah yang akan terbawa dalam longsor pada : a) kelas II sebanyak 4.485 ton/ha, b) kelas III sebanyak 3.900 ton/ha dan kelas IV sebanyak 8.300 ton/ha.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Amrizal Saidi, MS.; Prof. Dr. Ir. Azwar Rasyidin, M.Agr.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah
Depositing User: pklunp 2025 inggi
Date Deposited: 24 Jul 2025 08:29
Last Modified: 24 Jul 2025 08:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/500728

Actions (login required)

View Item View Item