Perbandingan Analisa Kestabilan Transient Dengan Menggunakan Metode Euler Dan Metode Runge-Kutta Orde 4 (Studi Kasus: PT. PLN Sumbar-Riau)

Septrianda, Yadika (2019) Perbandingan Analisa Kestabilan Transient Dengan Menggunakan Metode Euler Dan Metode Runge-Kutta Orde 4 (Studi Kasus: PT. PLN Sumbar-Riau). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (512kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V PENUTUP)
BAB V PENUTUP.pdf - Published Version

Download (283kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR KEPUSTAKAAN)
DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf - Published Version

Download (176kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Suatu sistem tenaga listrik umumnya terdiri dari banyak unit pembangkit (multimesin) yang terinterkoneksi satu sama lain melalui jaringan transmisi. Dalam menjaga kontinuitas penyaluran daya listrik dari pembangkit sampai konsumen, suatu sistem tenaga listrik haruslah terjaga keandalan sistemnya. Sistem yang andal hendaknya mampu menjaga sistem tetap dalam keadaan stabil..Untuk melihat kondisi tersebut perlu dilakukan suatu kajian kestabilan transien.. Studi kestabilan transien diperlukan untuk memastikan kemampuan sistem untuk bisa menahan kondisi transien setelah gangguan besar. Pada studi stabilitas transien multmesin ini akan dilihat pengaruh gangguan tiga fasa simetris terhadap perilaku unit pembangkit (generator) saat kondisi peralihan dalam menentukan waktu kritis pemutusan (Critical clearing time) gangguan tersebut sebelum dan sesudah penambahan PLTU Teluk Sirih. Dengan menggunakan perangkat lunak Matlab dilakukan simulasi transien terhadap sistem tenaga listrik pada studi kasus PT.PLN Sumbar-Riau dengan berdasar pada metode euler dan metode runge-kutta orde 4. Hasil Dari hasil simulasi didapatkan bahwa sebelum penambahan PLTU teluk sirih untuk nilai CCT yang terkecil adalah pada bus PLTA Maninjau yaitu 180 ms dan yang terbesar adalah pada bus GI pauh Limo yaitu 300 ms, Sedangkandengan menggunakan metode runge kutta orde 4 nilai CCT terkecil 200 ms pada bus GI balai Pugut. Hasil tersebut TIDAK memenuhi standar aturan Menteri ESDM CCA1 2.2 no. 37 Tahun 2008. Kata kunci : Metode Euler, Metode Runge-Kutta Orde 4 Multimesin, PT. PLN Sumbar-Riau, Stabilitas Transien, Waktu Kritis Pemutusan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Heru Dibyo Laksono, M.T
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 23 Jan 2019 15:56
Last Modified: 23 Jan 2019 15:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/42242

Actions (login required)

View Item View Item