ANALISIS KONSENTRASI PARTICULATE MATTER 2,5 (PM2,5) DI DALAM RUANGAN SERTA PERKIRAAN RISIKO TERHADAP KESEHATAN AKIBAT PENGGUNAAN KOMPOR BIOMASSA

Fauzi, Oktafianto (2017) ANALISIS KONSENTRASI PARTICULATE MATTER 2,5 (PM2,5) DI DALAM RUANGAN SERTA PERKIRAAN RISIKO TERHADAP KESEHATAN AKIBAT PENGGUNAAN KOMPOR BIOMASSA. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (abstrak)
1. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 1)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab 5)
3. BAB V.pdf - Published Version

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
4. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (443kB) | Preview
[img] Text (Tugas Akhir)
5. TUGAS AKHIR ILMIAH UTUH.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko pencemaran udara PM2,5 di dalam ruangan akibat penggunaan kompor biomassa buatan Sawir. Pengukuran konsentrasi pencemar PM2,5 menggunakan Alat Low Volume Sampler (LVS) dan metode gravimetri. Penyebaran kuesioner dilakukan di Nagari Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Pengukuran dilakukan menggunakan Water Boiling Test untuk menyimulasikan proses memasak yang terbagi menjadi fase cold start, fase hot start dan fase simmering. Bahan bakar biomassa yang digunakan adalah cangkang sawit, tempurung kelapa dan kayu bakar. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kompor biomassa berbahan bakar cangkang sawit memiliki konsentrasi PM2,5 paling tinggi sebesar 483,04 µg/Nm3 untuk fase cold start, 431,82 µg/Nm3 untuk fase hot start, dan 124,89 µg/Nm3 untuk fase simmering. Sedangkan kompor biomassa berbahan bakar kayu bakar memiliki konsentrasi PM2,5 yang paling rendah sebesar 154,99 µg/Nm3 untuk fase cold start, 193,37 µg/Nm3 untuk fase hot start, dan 54,51 µg/Nm3 untuk fase simmering. Konsentrasi PM2,5 kompor biomassa untuk ketiga bahan bakar melebihi baku mutu Permenkes No. 1077 tahun 2011 sebesar 35 µg/Nm3. Pada pengukuran Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan diperoleh pengguna kompor biomassa dengan inisial LI memiliki nilai RQ>1 untuk fase cold start dan hot start, yang menunjukkan pengguna tersebut berisiko terkena penyakit pernapasan. Dari hasil perhitungan efisiensi bahan bakar diperoleh kompor biomassa memiliki tingkat efisiensi bahan bakar yang lebih baik daripada tungku tradisional. Kata Kunci: Biomassa, Kompor Biomassa, PM2,5, Sumatera Barat, Water Boiling Test.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Lingkungan
Depositing User: s1 teknik lingkungan
Date Deposited: 03 Feb 2017 00:56
Last Modified: 03 Feb 2017 00:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/22988

Actions (login required)

View Item View Item