Vando, Fernando Sardi (2016) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT ANTARA EKSTRAK DAN AIR PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L. ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak (Vando 1310311160).pdf - Published Version Download (379kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan (Vando 1310311160).pdf - Published Version Download (315kB) | Preview |
|
|
Text (BAB VII Penutup)
BAB VII Penutup (Vando 1310311160).pdf - Published Version Download (254kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka (Vando 1310311160).pdf - Published Version Download (231kB) | Preview |
|
Text (Skripsi full Text)
Skiripsi Full Text (Vando 1310311160).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Bawang putih merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak dan air perasan bawang putih dapat menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas daya hambat antara ekstrak dan air perasan bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode cakram difus. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan Maret 2016 hingga Agustus 2016. Perlakuan pada penelitian ini yaitu kontrol positif dengan eritromisin, kontrol negatif dengan aquades, ekstrak bawang putih tunggal konsentrasi 12,5%, 25% dan 50%, serta air perasan bawang putih tunggal konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%. Hasil penelitian yang didapatkan adalah tidak adanya daya hambat di sekitar cakram pada pemberian ekstrak bawang putih tunggal konsentrasi 12,5%, 25% dan 50%, serta air perasan bawang putih tunggal konsentrasi 12,5%. Sedangkan pada pemberian air perasan bawang putih tunggal konsentrasi 25% dan 50%, memberikan daya hambat masing-masing sebesar 21,33 mm dan 25 mm. Berdasarkan analisis data secara statistik menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna dengan nilai P = 0,002 (P < 0,05) terhadap diameter S. aureus. Analisis data dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna (p = 0,037) antara ekstrak dan air perasan bawang putih tunggal secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah air perasan bawang putih tunggal konsentrasi 25% dan 50% memiliki efektivitas daya hambat terhadap bakteri S. aureus, sedangkan air perasan bawang putih tunggal konsentrasi 12,5% dan ekstrak bawang putih tunggal 12,5%, 25% dan 50% tidak memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus. Kata kunci : Ekstrak bawang putih tunggal, air perasan bawang putih tunggal, Staphylococcus aureus, efektivitas daya hambat
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
Divisions: | Fakultas Kedokteran |
Depositing User: | s1 pendidikan kedokteran |
Date Deposited: | 20 Dec 2016 05:08 |
Last Modified: | 20 Dec 2016 05:08 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/19941 |
Actions (login required)
View Item |