KERAGAMAN JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN PENYAKIT MATI MERANTING PADA TANAMAN MANGGA DAN POTENSI FUNGISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIANNYA

Monita, Puspitasari (2016) KERAGAMAN JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN PENYAKIT MATI MERANTING PADA TANAMAN MANGGA DAN POTENSI FUNGISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIANNYA. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I.pdf - Published Version

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab V Penutup)
BAB V.pdf - Published Version

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (212kB) | Preview
[img] Text (Tesis full text)
Tugas Akhir.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

KERAGAMAN JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN PENYAKIT MATI MERANTING PADA TANAMAN MANGGA DAN POTENSI FUNGISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIANNYA Oleh : Monita Puspitasari, SP (1320282004) Dibawah bimbingan : Dr. Ir. Darnetty, MSc dan Dr. Ir. Arneti, MS) Abstrak Penyakit mati meranting merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman mangga dan informasinya sangat kurang di Indonesia sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan keragaman jenis jamur dan jenis fungisida nabati yang efektif dalam menekan pertumbuhan jamur penyebab mati meranting pada tanaman mangga secara in vitro. Sampel diambil dari ranting mangga yang bergejala mati meranting dengan metode Purposive Random Sampling. Parameter yang diamati adalah kondisi penyakit mati meranting di lapangan, jenis jamur yang berasosiasi dengan penyakit mati meranting secara morfologi dan molekuler, patogenisitas jamur penyebab penyakit mati meranting, luas koloni jamur, morfologi koloni jamur, berat basah dan berat kering koloni jamur, kerapatan konidia dan daya perkecambahan konidia. Hasil penelitian yaitu tanaman yang terinfeksi di tiap kabupaten menunjukkan skala serangan yang bervariasi, dari skala 1 hingga 6 dengan nilai skala antara 1-60%. Skala serangan yang paling banyak adalah skala 2. Berdasarkan identifikasi secara morfologi, Penyakit mati meranting pada tanaman mangga disebabkan oleh beragam genus jamur, yaitu Pestalotiopsis (82,5%), Botryodiplodia (80%), dan Fusarium (2,5%). Setelah dilanjutkan dengan identifikasi secara molokular didapatkan spesies jamur patogen tersebut yaitu Pestalotiopsis microspora, Lasiodiplodia theobromae (syn. Botryodiplodia theobromae) dan Fusarium decemcellulare. Semua ekstrak tumbuhan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan P. microspora, L. theobromae, dan F. decemcellulare. Ekstrak tumbuhan yang terbaik dalam menekan pertumbuhan ketiga jenis jamur patogen adalah biji srikaya dengan konsentrasi 0,25% yang masing-masing efektivitas penekanan pada ketiga jamur tersebut untuk luas koloni (98,95%; 96,76%; 66,28%), berat basah koloni (69,49%; 52,45%; 25,47%), berat kering koloni (67,74%, 86,21%; 52,31%), kerapatan konidia (99,45%; 92,50%; 87,04%), dan daya kecambah konidia (88,49%; 25,99%; 66,31%). Katakunci: Fusarium decemcellulare, Lasiodiplodia theobromae, Pestalotiopsis microspora, fungisida nabati

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Pascasarjana (Tesis)
Depositing User: s2 ilmu hama
Date Deposited: 05 Dec 2016 04:32
Last Modified: 05 Dec 2016 04:32
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/19791

Actions (login required)

View Item View Item