FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK GADANG KABUPATEN SOLOK SELATAN TAHUN 2013

RISEMARISA, SATRI (2013) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK GADANG KABUPATEN SOLOK SELATAN TAHUN 2013. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
118.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (388kB)

Abstract

Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009, tentang kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup masyarakat yang setinggitingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya masyarakat. Pembangunan kesehatan juga tidak terlepas dari komitmen Indonesia sebagai warga masyarakat dunia untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs). “Tujuan utama MDGs yang terdapat dalam indikator ke Empat dan Kelima yaitu menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan angka kesehatan ibu hamil.”(1) World Health Organitation (WHO) menyatakan bahwa angka kematian ibu di ASEAN tergolong paling tinggi di dunia.” WHO memperkirakan sementara total AKI dan AKB di ASEAN sekitar 170 ribu dan 1,3 juta per tahun. Sebanyak 98% dari seluruh AKI dan AKB di kawasan ini terjadi di India, Bangladesh, Indonesia, Nepal dan Myanmar.”(2) Dan “AKI di Indonesia Tahun 2011 sebesar 228/100.000 dan AKB sebesar 34/1000. Angka ini masih jauh dari target MDGs Tahun 2015, angka kematian ibu menjadi 102/100.000 dan angka kematian bayi 23/1.000.”(3) Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. “Angka Kematian Ibu (AKI) pada Tahun 2011 adalah 118/100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Kabupaten Solok Selatan kematian ibu 27 orang, di Puskesmas Lubuk Gadang ditemukan kematian ibu 4 orang.”(4,5) 2 Ibu dengan Kehamilan risiko tinggi adalah ibu hamil yang mempunyai risiko atau bahaya yang lebih besar pada kehamilan/persalinan dibandingkan dengan kehamilan atau persalinan normal. Ada sekitar 5-10% kehamilan yang termasuk dalam kehamilan risiko tinggi. Ibu hamil yang termasuk golongan risiko tinggi adalah ibu dengan riwayat kurang baik pada kehamilan dan persalinan yang lalu, tinggi badan kurang dari 145 cm, berat badan rendah, usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, memiliki tiga anak atau lebih, jarak antara dua kehamilan kurang, riwayat menderita anemia atau kurang darah, perdarahan pada kehamilan, tekanan darah, kelainan letak janin dan riwayat penyakit kronik.(6) Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. “Tahun 2010 terdapat 11,3% ibu dengan kehamilan risiko tinggi, sedangkan pada Tahun 2011 meningkat menjadi 20% ibu dengan kehamilan risiko tinggi.”(4) Pada Tahun 2010 Kabupaten Solok Selatan memiliki 3,8% ibu dengan kehamilan risiko tinggi, kemudian meningkat menjadi 20% ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada Tahun 2011.(5) Kabupaten Solok Selatan merupakan kabupaten yang bersamaan mekar dengan Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat, dilihat dari pencapaian K1 dan K4 nya Kabupaten Solok Selatan jauh tertinggal dari kedua kabupaten yang sama mekar tersebut, yaitu K1 sebanyak 86% dan K4 sebanyak 65,9%. Kabupaten Solok Selatan memiliki 8 puskesmas, salah satunya Puskesmas Lubuk Gadang yang paling tinggi angka kehamilan risiko tinggi, dibandingkan dengan tujuh puskesmas lainnya. “Tahun 2009 Puskesmas Lubuk Gadang memiliki 7,2% ibu dengan kehamilan risiko tinggi, Tahun 2010 naik menjadi 12,7% ibu dengan kehamilan risiko tinggi dan meningkat menjadi 31,6% pada Tahun 2011 ibu dengan kehamilan risiko tinggi. “(5) Menurut Manuaba kehamilan risiko tinggi dapat diketahui melalui: 1). Anamnesis terbagi atas: umur pasien, riwayat operasi, riwayat kehamilan 3 sebelumnya, riwayat persalinan sebelumnya. 2). Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik: hasil pemeriksaan umum dan hasil pemeriksaan kehamilan. 3). Saat in partu meliputi: ketuban pecah dini, infeksi intra uterin, persalinan lama, persalinan terlantar, rupture imminen, ruptur uteri, persalinan dengan kelainan letak, distosia karena tumor, dan perdarahan ante partum. 4). Berdasarkan keadaan risiko tinggi pasca partum dengan retensio plasenta, atonia uteri, persalinan dengan robekkan perineum, robekan serviks, vagina dan ruptur uteri. (7) Hasil penelitian Widyastuti, dkk di RSUD Pelembang Bari pada Tahun 2010 dari 335 responden yang memenuhi kriteri penelitian, terdapat hubungan yang bermakna antara umur ibu dengan kehamilan risiko tinggi (p-value 0,011), terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kehamilan risiko tinggi(p-value 0,021). (8) Pada survei awal yang peneliti lakukan pada tanggal 9 April 2013 dengan melakukan wawancara langsung pada delapan orang ibu hamil 50% diantaranya mengalami risiko tinggi, Ny. “Li” dengan tinggi badan 135 cm, Ny.”Ln” hamil dengan usia 18 Tahun, Ny.”R” dengan jumlah anak lebih dari tiga orang dan jarak kurang dari 2 tahun dan Ny.”D” mempuyai riwayat kehamilan yang lalu dengan hipertensi. Berdasarkan data di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2013.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Ms Ikmal Fitriyani Alfiah
Date Deposited: 26 Feb 2016 02:45
Last Modified: 26 Feb 2016 02:45
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/1952

Actions (login required)

View Item View Item