ANALISA KESTABILAN TRANSIEN SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN PLTU TELUK SIRIH MENGGUNAKAN METODE RUNGE - KUTTA ORDE 4 (Studi kasus: PT. PLN SUMBAR-RIAU 150 kV)

Ahmad, Syafei (2016) ANALISA KESTABILAN TRANSIEN SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN PLTU TELUK SIRIH MENGGUNAKAN METODE RUNGE - KUTTA ORDE 4 (Studi kasus: PT. PLN SUMBAR-RIAU 150 kV). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (208kB) | Preview
[img] Text (Full Text)
Tugas Akhir full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kontinuitas penyaluran daya listrik suatu daya sistem tenaga listrik harus terjaga keandalannya. Sistem yang andal hendaknya mampu menjaga kondisi dalam keadaan stabil bila terjadi ganguan. Untuk melihat kondisi tersebut, dapat dilakukan simulasi studi kestabilan peralihan mesin tunggal dan multi mesin. Sudi kestabilan peralihan mesin tunggal bertujuan untuk menganalisa sistem tenaga listrik jika terjadi ganguan hubung singkat tiga fasa simetris dari suatu unit pembangkit yang dihubungkan melalui dua saluran yang terhubung ke bus infinite. Ganguan di saluran ini mempengaruhi dari penentuan waktu pemutusan kritis yaitu waktu yang dibutuhkan generator sinkron untuk mempertahankan kondisi tetap dalam sinkronisasi. Tugas akhir ini menentukan sudut dan waktu pemutusan kritis sebelum dan sesudah penambahan PLTU Teluk Sirih 100 Megawatt pada sistem tenaga listrik Sumbar-Riau menggunakan metoda Rungge-Kutta Orde 4. Dimana hasil perhitunganya menggunakan perangkat lunak Matlab. Hasil perhitungan diperoleh, waktu pemutusan terkecil sebelum dan sesudah penambahan PLTU Teluk Sirih pada sistem tenaga listrik Sumbar-Riau adalah pada saluran PLTG Balai Pugut – GI Duri sebesar 0.2 detik dan 0.24 detik sedangkan terbesar pada saluran PLTA Singkarak-GI Lubuk Alung sebesar 0.7 detik dan 0.8 detik. Hal ini dipengaruhi oleh kontanta inersia (H) dari generator dimana semakin besar konstanta inersia maka generator lebih mampu menjaga dan mempertahankan sinkronisasi saat terjadi ganguan dan juga dipengaruhi oleh reaktansi selama ganguan masih-masing saluran. Kata kunci: Stabilitas peralihan, Metoda Rungge-Kutta Orde 4, Waktu kritis pemutusan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Elektro
Depositing User: S1 Teknik Elektro
Date Deposited: 26 Oct 2016 06:53
Last Modified: 26 Oct 2016 06:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/17856

Actions (login required)

View Item View Item