FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI NAGARI KOTO SANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKARAK KABUPATEN SOLOK TAHUN 2022

DEAN JELLY, RAHMI SUCI (2022) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI NAGARI KOTO SANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKARAK KABUPATEN SOLOK TAHUN 2022. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER+ABSTRAK)
COVER + ABSTRAK_DEAN JELLY RAHMI SUCI_1811212027.pdf - Published Version

Download (73kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN_DEAN JELLY RAHMI SUCI_1811212027.pdf - Published Version

Download (149kB)
[img] Text (BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN_DEAN JELLY RAHMI SUCI_1811212027.pdf - Published Version

Download (68kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA_DEAN JELLY RAHMI SUCI_1811212027.pdf - Published Version

Download (107kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT_DEAN JELLY RAHMI SUCI_1811212027.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Tujuan Penelitian: Diare masih menjadi masalah kesehatan dan penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia (10,7%). Puskesmas Singkarak memiliki angka tertinggi kejadian diare di Kabupaten Solok sebesar 246 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Nagari Koto Sani wilayah kerja Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok. Metode Penelitian: kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada April-September 2022. Populasi penelitian adalah seluruh balita berusia 12-59 bulan dengan sampel sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 33,7% balita mengalami diare, 58,2% kondisi sarana air bersih (SAB) tidak memenuhi syarat, 57,1% kondisi sarana jamban tidak memenuhi syarat, 93,9% kondisi sarana SPAL tidak memenuhi syarat, 99% kondisi sarana pembuangan sampah tidak memenuhi syarat, 37,8% kebiasaan CTPS buruk. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi SAB (p=0,021), kondisi sarana jamban (p=0,045), dan kebiasaan CTPS (p=0,008) dengan kejadian diare pada balita. Tidak terdapat hubungan antara kondisi sarana SPAL (p=0,660), kondisi sarana pembuangan sampah (p=1,000) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kondisi SAB, kondisi sarana jamban, kebiasaan CTPS dengan kejadian diare pada balita. Pemeritah diharapkan mengedukasi masyarakat serta menunjang sarana dan prasarana sanitasi lingkungan. Masyarakat diharapkan menjaga sanitasi lingkungan dan kebersihan pribadi untuk pencegahan diare.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Fea Firdani, SKM, MKM
Uncontrolled Keywords: Diare, air bersih, jamban, CTPS, balita
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Depositing User: s1 kesehatan masyarakat
Date Deposited: 27 Oct 2022 03:15
Last Modified: 27 Oct 2022 03:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/116643

Actions (login required)

View Item View Item