Huzaini, Farid Al- (2022) Penilaian Risiko Kesehatan Terhadap Pemanfaatan Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) untuk Detoksifikasi Logam Berat (Pb, Cd, Cu, dan Zn) pada Kerang (Polymesoda bengalensis). Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover Abstrak)
cover.pdf - Published Version Download (70kB) | Preview |
|
|
Text (Pendahuluan)
pendahuluan.pdf - Published Version Download (98kB) | Preview |
|
|
Text (Penutup)
keimpulan saran.pdf - Published Version Download (32kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version Download (131kB) | Preview |
|
Text (Tugas Akhir Utuh)
Tugas Akhir Utuh.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Aktivitas manusia menyebabkan logam berat mencemari lingkungan. Lingkungan perairan yang tercemar logam berat akan menyebabkan biota laut mengakumulasikan logam berat ke dalam tubuhnya. Kerang dijadikan sebagai bioindikator untuk memantau kualitas perairan, karena memiliki mobilitas hidup yang rendah dan bersifat filter feeder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum ekstrak serai wangi untuk mengurangi konsentrasi logam timbal (Pb), kadmium (Cd), tembaga (Cu), dan seng (Zn) pada daging kerang, mengetahui kandungan antioksidan pada kerang setelah perlakuan dengan ekstrak serai wangi, serta penilaian terhadap risiko kesehatan. Dilakukan perendaman pada kerang dengan variasi konsentrasi ekstrak serai wangi (0, 12,5, 25, 50, dan 100%) dan variasi waktu perendaman (0, 15, 30, 45, dan 60 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimum ekstrak serai wangi untuk menurunkan kadar logam Pb, Cd, Cu, dan Zn adalah 50%. Waktu perendaman optimum untuk menurunkan kadar logam Pb, Cu, dan Zn adalah 45 menit, sedangkan logam Cd adalah 60 menit. Kandungan antioksidan pada kerang mengalami kenaikan setelah direndam dengan ekstrak serai wangi pada kondisi optimum sebesar 0,8881 mg AA/g FW. Untuk penilaian risiko kesehatan meliputi Faktor Biokonsentrasi (BCF), Target Hazard Quotient (THQ), dan Indeks Berbahaya (HI). Faktor biokonsentrasi logam berat pada kerang adalah Cu > Zn > Cd > Pb. Nilai THQ pada kerang yaitu Zn > Cd > Cu > Pb. Nilai HI pada kerang mengalami penurunan setelah direndam dengan ekstrak serai wangi pada kondisi optimum sebesar 72,90%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak serai wangi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi logam berat pada daging kerang, meningkatkan kandungan antioksidan pada kerang, mengurangi indeks berbahaya mengonsumsi kerang, dan memberikan peringatan bagi masyarakat tentang pencemaran logam berat pada biota laut. Kata Kunci: Serai wangi, kerang, detoksifikasi, logam berat
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia |
Depositing User: | s1 kimia kimia |
Date Deposited: | 17 May 2022 04:14 |
Last Modified: | 17 May 2022 04:14 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/103670 |
Actions (login required)
View Item |