KONFLIK DALAM MANDUDUAKKAN ALEK DALAM ULU AMBEK DI NAGARI KAPALO HILALANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN ( ANALISIS WACANA KRITIS)

syafriola, monika (2019) KONFLIK DALAM MANDUDUAKKAN ALEK DALAM ULU AMBEK DI NAGARI KAPALO HILALANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN ( ANALISIS WACANA KRITIS). Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (Cover dan Abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB akhir penutup)
BAB akhir penutup.pdf - Published Version

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (302kB) | Preview
[img] Text (Skripsi full text)
Tugas Akhir Ilmiah Utuh.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK KONFLIK DALAM MANDUDUAKKAN ALEK DALAM ULU AMBEK DI NAGARI KAPALO HILALANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN ( ANALISIS WACANA KRITIS) OLEH SYAFRIOLA MONIKA Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna teks dakwaan dalam proses manduduakan alek pada alek nagari di Kapalo Hilalang pasa 22 September 2018. Teks tersebut menarik karena mengindikasikan bahwa sebuah nagari bisa memberi sanksi terhadap nagari lain berdasarkan pranata kesenian ulu ambek. Padahal, dalam system adat Minangkabau, nagari adalah otononm, sejalan dengan prinsip adat salingka nagari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan metode Analisis Wacana Kritis meliputi analisis teks, praktik kewacanaan dan praktik social. Hasil penelitian dapat disimpulkan, teks utama menunjukkan bahwa sebuah kesalahan dalam alek nagari dipertanggungjawabkan kepada alek (tamu) yang berasal dari luak-lareh (nagari-nagari lain di Kabupaten Padang Pariaman). Kasus alek nagari Kapalo Hilalang pada 22 September 2018 berakibat nagari tersebut disanksi tidak boleh menyelenggarakan pertunjukan ulu ambek dalam bentuk kalau ada alek nagari di tempat lain Kapalo Hilalang tidak diundang, kalau Kapalo Hilalang mengundang luak lareh tidak akan menghadiri. Teks, teks-teks lain dan teks social dalam kaitan itu merefleksikan bahwa Ulu Ambek tidak hanya sekadar sebuah kesenian yang tunduk kepada pranata kesenian saja. Akan tetapi, Ulu Ambek juga merupakan institusi sosial yang tunduk kepada sebuah pranata sosial sendiri yang bersifat supra nagari Kata kunci: Ulu Ambek, niniak mamak, Alek nagari, wacana konflik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Primary Supervisor: Dr. Hasanuddin, M.Si
Subjects: A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Daerah
Depositing User: s1 sastra minang
Date Deposited: 20 Jan 2020 15:24
Last Modified: 20 Jan 2020 15:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/55433

Actions (login required)

View Item View Item